Ruhut Sitompul, salah satu anggota tim sukses Anas mengatakan, saat menang di tahap pertama, Marzuki menggandeng Andi, yang kalah dalam persaingan tahap pertama, ke atas podium. Nah, langkah Marzuki ini memicu antipati dari pendukungnya sehingga berpaling ke Anas.
"Inilah Marzuki Ali, seorang dokter marketing politik, malah membawa Andi Mallarangeng ke podium," ujar Ruhut di area Kongres II PD di Hotel Manson Pine, Padalarang, Badung, Jawa Barat, Minggu (23/5/2010).
Ruhut menilai, dengan mengajak Andi duduk bersama, pendukung Marzuki langsung berpindah ke kubu Anas. "Dengan membawa Andi, jangankan pendukung Andi, pendukung Marzuki pun akan pindah ke kami. Nyatanya demikian," ungkapnya.
Ruhut mengatakan, setelah Andi terkalahkan di putaran pertama, pendukung Anas sempat mengajak Andi untuk duduk bersama. "Kami sempat mengajak Andi, tapi kami ditolak. Dan akhirnya kami menang karena Andi," cetusnya.
Labih jauh Ruhut menilai etika politik Marzuki tidak santun. Dia pun meminta peserta Kongres II PDΒ untuk meninjau ulang posisi Marzuki yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPR/RI.
"Jadi apa yang terjadi maka kawan-kawan meminta kami meninjau ulang untuk menjadikannya Ketua DPR karena berpolitiknya kurang santun. Sedangkan kami mendekati pendukung kami dari hati ke hati," tutupnya. (mei/irw)











































