"Saya punya asam urat dan jantung saya suka tiba-tiba berdebar kencang. Sewaktu saya minum airnya, memang belum terasa apa-apa, tapi kok rasanya badan ini mulai ada perubahan gimana gitu," ujar Santo (35) kepada detikcom di rumah Fatih, Perum Pesona Cilebut I Blok C 12, Sukaraja Bogor, Kamis(20/5/2010).
Santo mengaku tahu kabar kemampuan Fatih dalam menyembuhkan penyakit dari media. Dia langsung datang dari rumahnya di Jakarta Timur untuk mencoba sendiri kabar keajaiban tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada dengan Santo, Maryani (54) datang ke rumah Fatih untuk mengobati anaknya yang kesulitan berbicara karena diduga perbuatan malpraktek seorang dokter. "Saya sudah coba berobat sampai ke China tapi belum ada hasilnya juga. Tapi tadi anak saya sewaktu minum airnya dia langsung pusing dan sudah bisa sedikit bersuara," paparnya.
Sebelumnya Ibunda Fatih, Irma Prihati Sari bercerita, ada kakek tua yang kakinya lumpuh sehingga tidak bisa berjalan karena suatu penyakit. Namun setelah minum air yang dicelupkan oleh jari Fatih, tidak lama kemudian kakek itu sedikit demi sedikit sudah bisa berdiri meski belum sempurna.
"Ada yang datang kakinya lumpuh, pas minum air dari Fatih, Alhamdulillah sepertinya kakinya sudah sedikit bisa berdiri," kata Irma.
Sedikitnya, 5-10 orang setiap harinya berdatangan ke rumah Fatih untuk berobat. Irma pun tidak mau merasa sombong dengan kehebatan anaknya tersebut.
"Saya selalu bilang sama yang datang, kalau sembuh mintanya sama Allah," tuturnya.
Namun, tidak semua pasien yang datang akan dilayani oleh Fatih. Fatih hanya akan memberikan air hasil celupan dari telunjuknya sesuai kehendaknya saja. "Fatih, om mau diobatin dong," kata Toni salah seorang tamu yang hendak berobat.
Fatih pun hanya cuek tidak menanggapi permintaan Toni, warga Jagakarsa itu. Bahkan berulang kali diminta, Fatih tetap asyik bermain tanpa menjawab.
"Ya semaunya dia saja. Kalau diminta mau dia langsung minta air putih sama ibunya, kalau tidak ya begitu, asyik sendiri sama mainannya," ujar Irma.
Dalam mengobati pasien, Fatih hanya mencelupkan jari telunjuknya ke dalam sebuah gelas yang sudah dipersiapkan ibunya. Fatih tidak tahu penyakit apa yang diderita si pasien, namun dia tahu siapa pasien yang hanya pura-pura sakit dan benar-benar sakit.
"Ngga mau ah, om bohong ngga sakit. Bohong dosa loh om," kata Irma menuturkan jawaban anaknya ketika ada pasien yang hendak berobat.
(mpr/mok)










































