Ba'asyir: Rekonstruksi Pejaten Fitnah Kepada Saya

Ba'asyir: Rekonstruksi Pejaten Fitnah Kepada Saya

- detikNews
Sabtu, 15 Mei 2010 11:41 WIB
Jakarta - Abu Bakar Ba'asyir menuding polisi melakukan fitnah kepada dirinya ketika melakukan rekonstruksi di Kantor JAT Wilayah Jakarta di Pejaten, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Menurutnya rekonstruksi yang disebut-sebut melibatkan tokoh atas nama dirinya itu adalah mengada-ada.

"Itu jelas fitnah dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan saya. Kalau memang kegiatan (rekonstruksi) itu melibatkan saya kenapa harus diperankan orang lain. Saya dipanggil saja pasti akan datang untuk menjelaskannya," ujarnya kepada wartawan di Kantor Pusat JAT di Jalan Batik Keris, Cemani, Sukoharjo, Sabtu (15/5/2010).

Ba'asyir sendiri mengaku tidak tahu adegan atau peristiwa apa yang direkonstruksi oleh polisi tersebut. Dia mengakui adanya rekonstruksi yang melibatkan seseorang yang diberi tag nama Abu Bakar Ba'asyir itu dari warga sekitar Pejaten yang menghubunginya setelah menonton rekonstruksi dan juga dari informasi media.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selanjutnya, selaku Amir JAT, Ba’asyir meminta Pemerintah segera merehabilitasi nama kelompoknya serta sejumlah anggotanya yang ditangkap namun akhirnya dilepas karena tidak cukup bukti dalam keterlibatannya dalam terorisme. Menurutnya JAT adalah organisasi formal yang terbuka sehingga hanya akan menempuh cara-cara legal dan tidak terkait dengan terorisme.

"Penangkapan para anggota JAT itu jelas-jelas telah merugikan nama jemaah kami. Dengan dilepaskannya sebagian besar dari mereka yang telah ditangkap di Pejaten, membuktikan jamaah kami tidak berkaitan dengan gerakan terorisme," ujarnya.

Ba’asyir juga medesak kepada polisi untuk segera membuka segel dan garis polisi yang terpasang di kantor JAT Wilayah Jakarta. Alasannya, rumah kontrakan yang dijadikan kantor JAT tersebut masih dibutuhkan untuk melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan.

(djo/djo)


Berita Terkait