Sejumlah ban dibakar oleh para demonstran antipemerintah di lokasi demonstran tempat terjadinya bentrok berdarah antara pasukan militer Thai dan demonstran pada Jumat, 14 Mei kemarin. Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (15/5/2010).
Menurut pusat emergensi resmi Thailand, Erawan, sebanyak 16 orang tewas dalam bentrokan maut tersebut. Sekitar 141 orang lainnya, termasuk tiga warga asing terluka. Ketiga warga asing tersebut diidentifikasi berasal dari Kanada, Myanmar dan Polandia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentara-tentara tak punya pilihan kecuali merespons serangan-serangan tersebut," dalih Panitan kepada wartawan, Jumat, 14 Mei kemarin.
Diimbuhkannya, pasukan diizinkan menggunakan peluru asli untuk membela diri, melepas tembakan peringatan ataupun terhadap kelompok-kelompok bersenjata.
Ditandaskan Panitan, pasukan Thai akan meningkatkan langkah-langkah keamanan dalam beberapa hari ini guna mencari senjata-senjata demonstran dan mengurangi jumlah orang yang masuk ke area demonstran. Karena itu Panitan pun mengingatkan risiko meningkatnya ketidakstabilan di Bangkok.
(ita/djo)











































