Aksi mahasiswa itu terjadi di depan Gedung Rektorat di Jl Perintis Kemerdekaan Km 10, Makassar, Selasa (11/5/2010).
Demo awalnya tenang-tenang saja. Mahasiswa menolak kebijakan skorsing tiga rekannya dari kampus. Namun saat mahasiswa membakar ban di depan Gedung Rektorat, entah kenapa terlibat baku pukul antara satpam dan mahasiswa.
Saat baku pukul tersebut, satpam yang jumlahnya lebih sedikit dari mahasiswa menjadi korban bulan-bulanan mahasiswa. Satu satpam terluka dalam bentrokan tersebut. Satpam yang terluka tersebut bernama Mus Mulyadi mengalami luka robek di kepala akibat pukulan kayu dari mahasiswa.
Mahasiswa tidak hanya memukul satpam tetapi menghancurkan kaca-kaca lantai I Rektroat Unhas. Ketiga mahasiswa yang diskorsing yakni Zul Huzair, Rahmatul Ardi dan Abdillah.
Mereka diskorsing tidak boleh kuliah selama 2 semester, akibat melaksanakan pengkaderan untuk mahasiswa baru di jurusan itu. Salah satu dari ketiga mahasiswa yang diskorsing adalah Ketua Himpunan Mahasiswa Geologi Unhas.
Usai melakukan pengrusakan mahasiswa tidak kabur melainkan masih berkonsentrasi di depan kantor Rektorat Unhas.
Pembantu Rektor III Unhas Nasaruddin Salam tengah berusaha melakukan langkah-langkah preventif dengan mengajak mahasiswa berdiskusi. Sebelumnya pihak Rektorat sudah melakukan dialog dengan para mahasiswa serta dosen Teknik Geologi Senin (10/5/2010) malam untuk mencegah terjadinya aksi anarkis.
(nik/fay)










































