PAN Nilai Pengumuman Kesepakatan Baru Koalisi Tidak Tepat

Ical Pimpin Koalisi

PAN Nilai Pengumuman Kesepakatan Baru Koalisi Tidak Tepat

- detikNews
Senin, 10 Mei 2010 13:35 WIB
PAN Nilai Pengumuman Kesepakatan Baru Koalisi Tidak Tepat
Jakarta - Dekatnya waktu pengumuman penunjukan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dengan diumumkannya Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai Managing Director Bank Dunia menguatkan kecurigaan publik. Munculnya dugaan kasus Century hanyalah alat untuk menyingkirkan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang dianggap menghalangi pengaruh berbagai kepentingan politik dan bisnis menjadi wajar.

"Pengumuman kesepakatan baru yang hanya sekitar 48 jam setelah diumumkannya kepindahan Sri Mulyani ke Bank Dunia memperkuat opini bahwa kasus Century merupakan upaya untuk menjegal Sri Mulyani," kata Ketua DPP PAN Bara Hasibuan dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (10/5/2010).

Menurut Bara, timing dalam memutuskan sesuatu dalam politik sangat menentukan. Dengan waktu yang tidak tepat itu, parpol koalisi berpotensi gagal mendapatkan kepercayaan publik yang sangat diperlukan untuk menjalankan roda pemerintahan ke depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pernyataan itu memperkuat opini publik bahwa ini semua adalah sekedar permainan bukan upaya penegakan hukum," tegas Bara.

Menurut Bara, publik harus melihat apakah kesepakatan koalisi yang menunjuk Ical sebagai ketua koalisi akan mengorbankan janji utama pemerintahan SBY, yaitu pemerintahan yang bersih dan kebijakan ekonomi yang bebas dari berbagai kepentingan. PAN akan berusaha untuk memastikan bahwa kesepakatan baru tersebut tidak akan mengorbankan janji utama pemerintahan.

"Kegagalan partai-partai koalisi di kesimpulan akhir Pansus adalah karena mereka tidak patuh pada etika koalisi," pungkasnya. 
(gah/yid)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini