Survei dilakukan kepada berbagai kalangan seperti akademisi, tokoh LSM, tokoh parpol, budayawan, dan beberapa tokoh penting lainnya. Hasilnya 3 kandidat itu dinilai mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing.
"Sosok Anas yang kalem dan tenang di mata publik, ternyata memiliki kekurangan. Anas dinilai lamban dalam bersikap, kurang ekspresif, terlalu low profile dan cenderung ragu-ragu," kata Manager Riset Cirus, Hasan Azmi, di Hotal Atlet Century, Jl Senayan, Jakarta, Minggu (9/5/2010).
Berbeda dengan Anas Urbaningrum, sosok Andi Mallarangen yang cerdas dan intelek serta memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, ternyata dianggap sebagai sosok yang terlalu menggambarkan pencitraan diri saja. Bahkan ketegasan Andi dan cenderung spontan dan berani malah dinilai sebagai pribadi yang sombong dan gegabah.
"Andi yang sering tampil di media malah dinilai terlalu banyak bicara, terlalu over convidence, dan emosional," tambahnya.
Sedangkan untuk Marzuki Alie sendiri yang hingga saat ini belum melakukan deklarasikan diri dinilai mempunyai cukup keberanian meskipun kurang komunikatif dan sedikit egois.
"Pak Marzuki ini cukup berani, buktinya apapun situasi politik di PD beliau tetap percaya diri untuk maju meskipun dukungan politiknya sangat minim," jelasnya,
Di antara kekurangan dan kelebihan 3 calon ketum Demokrat ini, posisi Anas dan Andi cendurng signifikan meskipun Anas masih berada di atas Andi. Kenapa? Karena menurut opinion Anas lebih mampu menggulirkan visi partai untuk jangka pajang.
"Anas dengan dengan nilai 7,5 persen memiliki kemampuan untuk menggulirkan visi partai ke depannya. Selain itu Anas juga masih unggul untuk menyusun program kerja jangka panjang untuk PD," tandasnya.
Survei ini dilakukan selama seminggu sejak tanggal 24-30 April 2010. 150 opinion leader dari 15 kota provinsi terbesar yang ada di Indonesia, seperti NAD, Medan, Padang, Jakarta, Bandung, dan beberapa kota besar di Pulau Jawa lainnya.
(lia/anw)











































