"SBY saat ini sedang memikirkan sistem koalisi terbatas. Koalisi di atas 50 persen, tetapi dukungan dan jaminan untuk memback-up SBY-Boediono semakin tegas," kata pengamat politik dari LSI, Burhanudin Muhtadi kepada wartawan di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (8/5/2010).
Menurut Burhanudin, SBY kemungkinan besar akan memilih PKS sebagai partai yang akan dipangkas karena masalah loyalitas. Dengan jumlah menteri terbanyak, PKS tidak mampu menjaga kesetiaannya terhadap Demokrat, terutama dalam kasus Century.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, PKS juga tidak akan berpengaruh banyak di DPR jika tetap dikeluarkan dari koalisi. Sebab, masih ada suara 65 persen yang dimiliki Demokrat dengan partai-partai lainnya.
Burhanudin juga menilai, akan ada kompensasi lebih pada PAN dalam kabinet nanti. Hal ini disebabkan oleh posisi Ketua Umum PAN Hatta Rajasa yang tergeser oleh Ical sebagai pengurus koalisi.
"Hatta Rajasa akan mendapat kompensasi. PAN seharusnya mendapat kursi menteri tambahan, karena mereka membela mati-matian Demokrat waktu Century lalu," tambahnya.
(mad/fay)











































