"Kita akan berkoordinasi dengan Kepolisian dengan menggabungkan analisis Kepolisian dengan peneliti Lapan. Kita akan mencari sisa-sisa meteorit yang ada di reruntuhan tembok di belakang dan atap rumah yang berlubang diduga terkait dengan pecahan meteorit," kata Peneliti Utama Lapan, Thomas Djamaluddin, kepada detikcom, Sabtu (1/5/2010).
Thomas mengatakan, hasil awal penelitian Lapan menunjukkan benda di Duren Sawit ada indikasi kuat meteorit.
"Kita lihat kerusakan rumah terjadi dari arah barat daya, menghancurkan tembok sisi barat. Kemudian, saat obyek masuk ke rumah memberikan efek panas yang tinggi dan memberikan sisa-sisa pemanasan yang intens di beberapa barang yang ada di ruang tengah," papar Thomas.
Menurut dia, dari temperatur yang tinggi menyebabkan tekanan yang besar, genteng-genteng berhamburan dan bertebaran. "Tampaknya, obyek dan tekanan besar menghantam tembok belakang hingga runtuh. Lalu karena energi kurang, membelok ke utara dan tampaknya di atap rumah belakang ada lubang yang diduga disebabkan oleh benda yang diduga meteorit," papar dia.
Untuk itu, lanjut Thomas, Lapan akan berkoordinasi dengan Kepolisian guna meneliti sisa-sisa meteorit yang diduga ada di reruntuhan tembok belakang dan plafon.
"Jadi hari ini atau besok (Minggu), kita masih menunggu Kepolisian. Lokasinya pun masih diberi garis polisi," ujar Thomas.
(aan/ndr)











































