"Setiap saat ada saja orang yang mengambil keuntungan dengan menjualbelikan kunci jawaban yang tidak pasti benar. Orang-orang yang ingin mengambil kesempatan di tengah-tengah kepanikan siswa menghadapi UN," ujar M Nuh saat melakukan kunjungan ke SMU 15 Jakarta, Sunter, Jakarta Utara, Kamis (29/4/2010).
Selain itu, M Nuh juga membatah adanya perbedaan tingkat kesulitan soal pada soal paket A dan paket B.
"Hanya susunan soal dan angka-angkanya yang kita acak, tidak mungkin soalnya beda. Sebab bila soalnya berbeda, maka standar penilaiannya pun harus berbeda," katanya.
Sementara itu, salah seorang siswa kelas IPS, Edward mengakui mendapatkan kunci jawaban dari teman-temannya di kelas dan sekolah lain lewat SMS.
"Tapi saya coba mengerjakan soalnya terlebih dahulu, saat sudah bingung saya pakai kunci jawaban yang saya punya," jelasnya.
Edward mengaku menyesal dengan mempercayai bocoran soal yang diterimanya itu. "Saya tidak akan percaya lagi tentang SMS bocoran soal," sesalnya.
(fiq/lrn)











































