Cegah Bentrokan Meluas, Dua Kubu Sepakat Berdamai

Bentrokan Mahasiswa di UVRI

Cegah Bentrokan Meluas, Dua Kubu Sepakat Berdamai

- detikNews
Selasa, 27 Apr 2010 01:30 WIB
Makassar - Kedua kelompok mahasiswa Universitas Veteran Republik Indonesia (UVRI) Makassar, yang terlibat bentrokan sepakat berdamai dan membentuk tim pencari fakta. Kesepakatan itu dilakukan usai melakukan pertemuan di Mapolres Makassar Timur, jalan AP Pettarani, Makassar, Senin (26/4/2010).

Dalam pertemuan kedua kelompok yang diidentifikasi berasal dari organisasi mahasiswa daerah asal Luwu, Sulawesi Selatan dan organisasi mahasiswa daerah asal Bima, Nusa Tenggara Barat, dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat dari dua daerah terkait dan juga disaksikan oleh Kapolwil Makassar, Kombes Chairul Anwar, Kapolres Makassar Timur AKBP Totok Lisgiarto dan Rektor UVRI Syamsu A Kamaruddin.

Pertemuan yang tertutup bagi wartawan ini dan digelar di ruang rapat Mapolres Makassar Timur, berlangsung dari pukul 19.00 sampai pukul 23.45 Wita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ketua Kerukunan Keluarga Besar asal Bima (KKB) Sulsel, Bahrain yang ditemui detikcom usai pertemuan, kedua kubu menyepakati menghentikan semua pertikaian yang sudah terlanjur terjadi dan membentuk tim pencari fakta dari kedua kelompok yang bertujuan membantu pihak kepolisian untuk menghentikan dan mencegah terjadinya bentrokan susulan. Meski demikian, lanjut Bahrain, semua pihak yang sudah terlanjur melakukan pelanggaran hukum tetap diproses oleh pihak kepolisian.

"Masyarakat Bima sebenarnya itu masih saudara dengan masyarakat Luwu. Sebab, leluhur kami Sultan Kaharuddin dan Sultan Salahuddin yang menyebarkan agama Islam di Bima asalnya juga dari Makassar, jadi tidak perlu kita memperpanjang masalah," pungkas Bahrain yang sudah puluhan tahun tinggal di Makassar.

Sementara itu dari pihak kepolisian, menduga ada pihak ketiga yang sengaja memanas-manasi kasus ini agar meluas pada konflik SARA. Hal ini diutarakan oleh Wakapolres Makassar Timur, Kompol M Ridwan yang ditemui saat perundingan berlangsung. Ia mengaku menerima banyak informasi liar terkait bentrokan di UVRI, seperti isu mahasiswi asal Bima yang diperkosa, juga isu korban mahasiswa asal Luwuk yang kini dirawat di RS Wahidin Sudirohusodo sudah wafat.

"Untungnya, kami selalu memonitor isu-isu yang berkembang terkait kasus ini dan berupaya mempertemukan tokoh-tokoh senior dari kalangan mahasiswa agar berdamai," ungkap Ridwan.

Sementara itu, pihak Polwil Makassar tetap menyiagakan ratusan personel dari Brimob Polda Sulselbar untuk berjaga-jaga di sekitar asrama dan sekretariat kelompok mahasiswa yang bertikai, seperti di sekretariat Ikatan Pemuda Mahasiswa Indonesia Luwu (IPMIL) di jalan Kijang dan beberapa sekretariat kelompok mahasiswa asal Bima di jalan Skarda II dan jalan Sungai Pareman, Makassar.

(mna/ape)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads