RI Rawan Gempa, Tapi Tak Perlu Tiru Seruan Pindah Kota Ahmadinejad

RI Rawan Gempa, Tapi Tak Perlu Tiru Seruan Pindah Kota Ahmadinejad

- detikNews
Jumat, 23 Apr 2010 12:33 WIB
RI Rawan Gempa, Tapi Tak Perlu Tiru Seruan Pindah Kota Ahmadinejad
Jakarta - Presiden Mahmoud Ahmadinejad menyerukan sebagian rakyat Iran meninggalkan Teheran untuk menghindari ancaman gempa dahsyat yang sewaktu-waktu terjadi. Indonesia yang merupakan kawasan rawan gempa, tak perlu "terinspirasi" seruan Ahmadinejad itu.
 
Masyarakat Indonesia cukup dilatih kewaspadaannya agar bisa gesit menyelamatkan diri bila terjadi gempa sewaktu-waktu.

"Tak perlu seruan seperti itu (Ahmadinejad). Melatih keawasan masyarakat saja," ujar pakar gempa dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Dr Ir Yusuf Surachman.

Yusuf mencontohkan beberapa latihan yang digelar di Padang. Latihan itu melibatkan bupati, walikota, BPPT maupun Pusat Ristek LIPI.  "Mengubah sifat itu (waspada) saja," ujarnya ketika berbincang dengan detikcom , Jumat (23/4/2010).

Yusuf menjelaskan, Indonesia merupakan pertemuan lempeng-lempeng tektonik rawan gempa. Mulai di sepanjang Aceh hingga menyusur pantai barat Sumatera, Pulau Jawa bagian selatan, Bali, kepulauan Nusa Tenggara, Sulawesi hingga Irian.

Masyarakat di sepanjang jalur gempa itu diimbau selalu waspada, karena tak ada metode yang mengetahui kapan tepatnya gempa akan terjadi.

"Tolong diterjemahkan, para ahli seismologi dan geologi bicara masalah sewaktu-waktu itu kurun waktunya bukan hari ini, besok, seminggu lagi. Tapi bisa jutaan tahun, ribuan tahun. Sangat susah memprediksi dengan waktu, susah sekali. Jadi kita tidak perlu (keluarkan perintah evakuasi), karena selalu kecolongan," jelasnya.

Metode yang bisa memprediksi adanya gempa pun, imbuhnya, masih dalam tahap percobaan dan belum teruji. Itu pun tidak mudah.

"Gampangnya saja, untuk mengetahui perilaku gempa, ngebor sampai dalam sekali, puluhan kilometer di dasar bumi, bisa 10 km bisa 30 km. Itu pun susah untuk mencapai sedalam itu," beber Yusuf.

Alat yang banyak dipakai sekarang, baik oleh BPPT, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) adalah seismograf, yang bisa mencatat saat gempa terjadi.

"Kalau saya melihat informasi ini (perintah evakuasi Ahmadinejad) sangat-sangat jelas tidak ada dasarnya dari saintifik apa pun. Tidak ada yang bisa mengetahui gempa yang terjadi, hari apa dan waktunya nggak tahu," tutur Yusuf. (nwk/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini