"Kalau teman-teman melihat dengan jeli dan teliti, kongres ini sudah selesai. Hanya butuh pengukuhan saja. Pemenangnya adalah calon yang didukung keluarga besar Pak SBY," kata sumber detikcom yang dekat dengan kalangan Istana dalam perbincangan kepada detikcom, Jumat (23/4/2010).
Menurut salah satu orang dekat keluarga SBY ini, membaca partai demokrat tidak bisa dilepaskan dari memahami keluarga SBY. Jika ingin melihat apa arah partai ini ke depan, hanya butuh melihat kemana pergerakan politik dari keluarga SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya siapa yang mendapat restu keluarga untuk menjadi ketua umum PD, sumber itu dengan nada mengejek menjawab. "Sampeyan ini seperti tidak tahu saja. Calon yang didukung keluarga SBY siapa? Yang didukung para menteri siapa? Yang didukung orang-orang kepercayaan Pak SBY siapa?," jawab sumber itu balik bertanya.
Dia lantas menjelaskan, dukungan Ibas kepada Andi Mallarangeng tidak akan diberikan tanpa restu dan izin dari SBY. Sebab, Ibas adalah anak manis yang selama ini sangat patuh dan menurut kepada Ibu dan Bapaknya.
"Sampai-sampai ibaratnya, kalau Mas Ibas mau keluar main ke mana gitu, dia minta izin kepada bapak dan ibunya. Apalagi ini membuat keputusan politik yang terkait dengan masa depan karir politiknya dan partai bikinan bapaknya," terangnya.
Selain itu, lanjut sumber itu, seluruh menteri asal PD yang merupakan bawahan SBY, secara bulat mendukung Andi. Kenapa demikian, sebab mereka telah mendapakan sinyal dari bosnya, SBY untuk mendukung kandidat yang diharapkan itu.
"Kalau sampeyan pikir secara sederhana saja, menteri itu kan jabatan terhormat bagi kader partai. Mana berani mereka membuat keputusan yang bertentangan dengan kehendak yang punya hak prerogatif. Jadi, kenapa para menteri memberikan dukungan kepada salah satu calon ini secara bulat? Ya karena sudah ada arahan," paparnya.
Saat ditanya apakah dengan 'tuntasnya' soal calon pengganti Hadi Utomo ini, maka sudah terbentuk kepengurusan baru juga, sumber itu dengan mantab menjawab. "Ya pasti sudah, tapi saya belum bisa bercerita soal susunan pengurus dulu. Nanti pada saatnya saya akan ceritakan," pungkasnya.
Pengamat politik dari Trust Indonesia Imdadun Rahmat sependapat dengan penyataan sumber dari partai demokrat itu. Sebab, PD memang masih bergantung kepada figur SBY dan keluarganya.
"Saya kira informasi itu benar adanya. Karena PD itu memang kelihatannya seperti partai modern, ada kompetisi demokrasi. Tetapi sejatinya, semua kekuatan kompetisi ini masih dalam bayang-bayang kekuasaan Pak SBY dan keluarganya," paparnya.
Wakil Sekjen PBNU ini juga menambahkan, selama SBY masih berkuasa dan ada di PD, maka partai berlambangkan bintang Mercy ini tidak akan bisa lepas sepenuhnya menjadi partai modern dengan ruang kompetisi yang terbuka lebar.
"Ini sesungguhnya sama saja dengan PDIP, PKB zaman Gus Dur dan PAN selama masih ada Amien Rais. Jadi, tidak mungkin ada kompetisi bebas selama Pak SBY masih memegang kendali kuasa atas partai ini," imbuhnya mengakhiri pembicaraan.
(yid/fay)











































