Jiwa Bela Negara Pada Anak Harus Dipupuk Sejak Dini

Jiwa Bela Negara Pada Anak Harus Dipupuk Sejak Dini

- detikNews
Rabu, 21 Apr 2010 12:37 WIB
Jiwa Bela Negara Pada Anak Harus Dipupuk Sejak Dini
Jakarta - Semangat menjaga pertahanan negara tidak hanya milik pasukan TNI semata. Jiwa membela negara bisa ditumbuhkan sejak dini dan dari pendidikan yang paling rendah yaitu Taman Kanak-Kanak, tentunya dengan bantuan guru-guru TK itu sendiri.

"Pertahanan bukan hanya angkat senjata, tapi anda-anda (Guru TK) yang berfungsi sebagai pendidik bisa disebut sebagai benteng pertahanan. Sebab sebagai pendidik di tingkat yang paling rendah, Guru TK merupakan ujung tombak timbulnya sikap membangun bela negara pada anak usia dini (anak TK)" kata Dirjen Potensi Pertahanan (Pothan) Kemenhan Budi Susilo Soepandji.

Hal itu disampaikan dia dalam acara workshop "Bimnis Kesadaran Bela Negara Bagi Guru TK" di Kemenhan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakatra, Rabu (21/4/2010).
Β 
Sikap bela negara untuk anak usia TK, menurut Budi, ada 2 spektrum, yaitu soft spectrum dan hard spectrum (berkaitan dengan ancaman militer). Soft spectrum yang dimaksud adalah bagaimana cara seorang guru bisa membangun psikomotorik anak dan menerapkan prilaku tersebut sebagai bentuk sikap membela negara yang sesuai dengan usianya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Misalnya ketika seorang anak TK bisa menghafal lagu Indonesia Raya, kemudian dia mampu menggeret bendera dan mengaplikasikan lagu Indonesia raya tersebut, itulah salah satu bentuk bela negara pada usianya (anak TK)," jelasnya.

Ia pun berharap guru-guru TK di seluruh Indonesia mampu membimbing anak-anak TK untuk belajar mencintai tanah airnya. Karena sikap bela negara bukan hanya soal berperang mempertahankan negara dengan senjata, tapi bagaimana anak Indonesia di usia dini mampu berbuat untuk mengharumkan negaranya.

"Saya harap kepada anda (Guru TK) sebagai pendidik, dengan memberikan pendidikan bela negara yang dimulai sejak dini, anak-anak Indonesia akan semakin mencintai tanah airnya, Indonesia Raya," tutupnya.

Acara workshop ini juga dihadiri 60 orang guru TK seluruh DKI Jakarta yang tergabung dalam Ikatan Guru TK Indonesia (IGKTI).
(lia/irw)


Berita Terkait