"Pertahanan bukan hanya angkat senjata, tapi anda-anda (Guru TK) yang berfungsi sebagai pendidik bisa disebut sebagai benteng pertahanan. Sebab sebagai pendidik di tingkat yang paling rendah, Guru TK merupakan ujung tombak timbulnya sikap membangun bela negara pada anak usia dini (anak TK)" kata Dirjen Potensi Pertahanan (Pothan) Kemenhan Budi Susilo Soepandji.
Hal itu disampaikan dia dalam acara workshop "Bimnis Kesadaran Bela Negara Bagi Guru TK" di Kemenhan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakatra, Rabu (21/4/2010).
Β
Sikap bela negara untuk anak usia TK, menurut Budi, ada 2 spektrum, yaitu soft spectrum dan hard spectrum (berkaitan dengan ancaman militer). Soft spectrum yang dimaksud adalah bagaimana cara seorang guru bisa membangun psikomotorik anak dan menerapkan prilaku tersebut sebagai bentuk sikap membela negara yang sesuai dengan usianya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun berharap guru-guru TK di seluruh Indonesia mampu membimbing anak-anak TK untuk belajar mencintai tanah airnya. Karena sikap bela negara bukan hanya soal berperang mempertahankan negara dengan senjata, tapi bagaimana anak Indonesia di usia dini mampu berbuat untuk mengharumkan negaranya.
"Saya harap kepada anda (Guru TK) sebagai pendidik, dengan memberikan pendidikan bela negara yang dimulai sejak dini, anak-anak Indonesia akan semakin mencintai tanah airnya, Indonesia Raya," tutupnya.
Acara workshop ini juga dihadiri 60 orang guru TK seluruh DKI Jakarta yang tergabung dalam Ikatan Guru TK Indonesia (IGKTI).
(lia/irw)











































