Penyegelan dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB, Kamis (15/4/2010). Massa dari buruh, mahasiswa, dan aktivis sosial itu menempelkan kertas putih bertulis "Disegel, dibuka untuk rakyat" di pintu lobi terminal.
Selain itu, massa juga menutup pintu lobi dengan spanduk warna merah. Sememtara, poster digeletakkan begitu saja di lantai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengerjaan terminal yang berada di perbatasan Semarang-Kendal itu menghabiskan dana sekitar Rp 50 miliar. Rencanaya, terminal itu dioperasikan menjelang Lebaran 2009 tapi gagal. Meski belum terpakai, beberapa bagian termianl rusak.
Beberapa saat kemuduan, Kepala Dishubkominfo Semarang, Gurun Rasyid Moko, datang. Di hadapan pendemo, Gurun mengaku telah berkoordinasi untuk mengoperasikan terminal. "Paling tidak Mei mendatang," katanya.
"Kami harus memperbaiki sarana seperti saluran air dan beberapa bagian yang rusak dulu," tambahnya.
Aksi berakhir sekitar pukul 11.20 WIB. Massa membubarkan diri setelah berhasil berdialog dengan pihak Dishubkominfo. Puluhan polisi mengawal aksi tersebut.
(try/djo)











































