Pantauan detikcom saat melewati area KTT, Minggu (1/4/2010) malam atau Senin pagi waktu Indonesia, pagar setinggi sekitar 2 meter berwarna hitam sudah dipasang mengelilingi jalan-jalan yang mengarah ke tempat arena, Washington Convention Center.
Harian Washington Post pada Minggu kemarin mengulas jalan-jalan yang ditutup sejak Minggu pukul 22.00 waktu setempat hingga Selasa pukul 20.00 waktu setempat. Penutupan ini mencakup taman di selatan Washington Convention Center, Mount Vernon Square.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Stasiun subway Mount Vernon pun ditutup mulai Minggu tengah malam sampai Rabu pukul 05.00 waktu setempat. Subway bisa melewati stasiun itu namun penumpang tak bisa turun maupun naik di stasiun itu. Pejalan kaki yang melewati area dimana jalan ditutup, hanya dibolehkan untuk penghuni, pemilik tempat bisnis plus para pegawainya saja.
Pengamanan di area KTT memang sangat ketat. Maklum, ada sekitar 47 kepala negara yang menghadiri KTT Keamanan Nuklir ini. Beberapa di antaranya negara yang berperan penting dalam bidang nuklir.
Dalam USA Today hari Senin ini, disebutkan kepala negara yang hadir dan memiliki peranan penting itu antara lain Presiden China Hu Jintao, dimana negaranya menentang sanksi PBB atas pengayaan nuklir Iran. Kemudian Presiden Rusia Dmitry Medvedev, sebagai bekas 'partner' perang dingin AS, bersama AS, menguasai hampir 90 persen senjata nuklir dunia. Obama ingin Rusia menyetujui sanksi terhadap Iran.
Kemudian ada pula PM Pakistan Syed Yousaf Raza Gilani, Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev. Sementara PM Israel menolak mendatangi KTT ini dan diwakilkan oleh deputinya Dan Meridor.
Sementara harian Washington Post yang diterbitkan Minggu 11 April 2010, disebutkan bahwa Obama mengkhawatirkan adanya pengayaan uranium dan plutonium (bahan bakar nuklir), yang digunakan untuk tujuan tidak damai pascaperang dingin, seperti untuk senjata atau bom nuklir. Obama mengkhawatirkan jika pengayaan bahan nuklir itu jatuh ke tangan teroris.
"Obama mengidentifikasikan terorisme nuklir itu sebagai ancaman laten dan ekstrem bagi keamanan global," tulis Washington Post.
Untuk itu, Obama berperan penting untuk melobi 47 pemimpin negara peserta KTT ini untuk mengamankan material nuklir yang dimilikinya agar tidak digunakan untuk tujuan yang tidak damai, baik di laboratorium milik pemerintah, universitas maupun militer dan tempat-tempat lain. (nwk/mok)











































