"Harus dimintai keterangan. To be or not to be harus dilakukan pemeriksaan. Jangan sampai menjadi senjata makan tuan bagi Polri," kata anggota Kompolnas Novel Ali saat berbincang dengan detikcom di Jakarta, Jumat (9/4/2010).
Novel melihat, harapan publik sangat besar kepada Polri dalam penyelesaian kasus ini. Jangan sampai kemudian Polri melakukan blunder dengan melakukan penyelesaian kasus dengan setengah hati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Publik, lanjut Novel, mesti bersabar dengan proses yang ada di Polri. Tidak bisa semua dilakukan dengan cepat. "Semua adalah proses hukum, tentu mesti ada tindakan yang tepat sesuai aturan Polri. Dan saya yakin dengan tim independen dan Polri," tutupnya.
Nama SJ dan mantan petinggi Polri MP mengemuka usai rapat dengar pendapat antara Komisi III DPR dan Susno Duadji.
Susno menyebutkan adanya Mr X yang dekat dengan petinggi Polri yang kerap mengatur kasus di Mabes Polri. Sama halnya dengan Susno, Komisi III pun menyebut SJ dan MP.
"SJ orang dekatnya MP," kata Ketua Komisi III DPR Benny K Harman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (8/4/2010).
Siapa MP? Benny memberi penjelasan kalau dia pernah memiliki jabatan tinggi di tubuh Polri. "Jenderal bintang tiga," terang Benny.
Namun lebih jelas lagi identitas MP ini disampaikan anggota Komisi III DPR Sarifudin Suding. "SJ dekat dengan mantan Wakapolri," tambahnya.
Penelusuran detikcom, inisial MP ini yakni Makbul Padmanegara. Kini Makbul sudah pensiun dengan jabatan terakhir Wakapolri.
Sedang SJ adalah inisial Syahril Johan. Perihal Syahril ini, disampaikan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Ito Sumardi. Setahu dia, Syahril adalah orang yang dekat dengan sejumlah perwira Polri.
(ndr/djo)











































