"Sebelum kita tangkap, kan kita kan sudah begini (sambil menunjukkan cara bertelepon). Iya, sudah kita sadap karena ada informasi masyarakat," kata Wakil Ketua KPK Bibid Samad Rianto usai tampil sebagai pembicara Diskusi Media bertema "Peran Jurnalis Dalam Pemberantasan Korupsi" di ruang pertemuan Hotel Grand Tiga Mustika, Jl ARS Muhammad, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (8/04/2010).
Bibid menegaskan penyidik KPK sudah melakukan pemeriksaan pertama kali terhadap Ibrahim pascapenangkapannya bersama Adner Sirait dalam dugaan kasus suap. Kendati begitu, KPK tetap menghormati kondisi dan keadaan sakit yang dialami Ibrahim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, sambung Bibid, penyidik terus menyelidiki dugaan hakim lainnya ikut menerima uang suap.
Disebutkan Bibid, sedikitnya 3 hakim PTUN DKI Jakarta serta Ketua PTUN DKI Jakarta telah dipanggil penyidik KPK.
"Apakah mereka terima atau tidak,masih kita selidiki," imbuh Bibid.
Bibid menambahkan, KPK mencurigai ketiga hakim tersebut ikut terlibat dalam dugaan kasus suap bersama dengan Ibrahim.
"Sekarang logikanya saja.Ada 3 hakim,seorang menerima.Lantas dua hakim lainnya bagaimana?" tambah Bibid.
Bibid juga menyorot adanya kemungkinan PTUN lainnya di Indonesia terlibat kasus suap dalam pengambilan keputusan. Mengingat saat ini terdapat 3 mafia kasus yakni mafia ekonomi, mafia politik hingga mafia hukum.
"Indikasi ke sana (kasus Ibrahim) tetap ada terjadi di daerah lain" pungkas Bibid.
(anw/anw)











































