"Kalau ada yang mengatakan aksi ini terkait dengan Chechnya, itu adalah kebohongan. Ini murni terorisme dan bukan separatis," kata Dubes Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov di kediamannya, Jl Karet Pedurenan No 1, Kuningan, Jakarta, Kamis (8/4/2010).
Ivanov menyayangkan pemberitaan media massa terutama dari negara-negara Barat yang memberikan simpati kepada pelaku bom dan mengecam kebijakan Rusia atas Chechnya. Padahal para pemimpin negara Barat mengucapkan belasungkawa. Ivanov menegaskan masalah separatisme Chechnya sudah selesai 7 tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ivanov, aksi yang terjadi di Moskow adalah murni aksi terorisme yang mendompleng nama Chechnya. Padahal kelompok teroris ini didanai dari luar Rusia dan terkait dengan jaringan teroris internasional, bukan dengan masyarakat Chechnya.
"Pemerintah Rusia punya bukti kalau mereka didanai dari luar negeri, dari Timur Tengah," pungkasnya.
(fay/nrl)











































