"Keputusan itu secara tidak langsung telah menjadikan Megawati sebagai capres terkuat di Pilpres 2014," kata Direktur Eksekutif Indobarometer, M. Qodari, kepada detikcom, Rabu (7/4/2010).
Berdasar hasil survei mengenai popularitas tokoh politik nasional yang Indobarometer lakukan rutin gelar selama 6 tahun terakhir, posisi Mega stabil di urutan ke dua di bawah SBY. Mengingat untuk Pilpres 2014 kelak SBY sudah tidak bisa mencalonkan diri kembali sebagai kontestan, otomatis Mega menjadi tokoh terpopuler dan semakin lebar peluang dirinya terpilih sebagai Presiden RI periode 2014-2019.
"Itu bukan mustahil lho. Hasil survei kami selama 6 tahun ini dan yang terakhir Januari kemarin, menunjukkan Mega adalah dua besar setelah SBY," jelas Qodari.
Memang peluang besar itu bisa mengecil bilamana ada tokoh politik baru yang muncul dan popularitasnya setanding dengan Mega. Namun menurut Qodari sejauh ini belum ada tokoh nasional dengan modal sosial politik sekuat SBY sehingga layak menjadi penantang Mega di Pilpres 2014.
"Di Pilpres 2009 lalu memang ada Prabowo yang disebut rising star, tapi sekarang hilang begitu saja. Juga ada Pak JK, Wiranto dan Sultan, tapi popularitasnya tidak bisa melampaui Mega," sambungnya.
Qodari mengaku tidak tahu pasti apakah memang PDIP memang sedari awal berencana mengajukan lagi Megawati sebagai konstestan Pilpres 2014 kelak. Seperti diketahui, pertimbangan utama keputusan Kongres III PDIP itu adalah belum ada tokoh internal sekelas Megawati yang mampu menjaga keutuhan internal PDIP.
(lh/asy)











































