"Dengan PDIP hanya tinggal tunggu Ibu Mega. Kalau ada Bu Mega agak susah, pasca Bu Mega, pastilah," kata Wakil Ketua Umum PD Ahmad Mubarok dalam dialog kenegaraan Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Senayan, Jakarta, Rabu (31/3/2010).
Menurutnya, saat ini PDIP masih mencari paradigma baru. "PDIP sudah 2 kali berturut-turut kalah. 2014 nanti tinggal berapa (pemilihnya) kalau tetap oposisi?," tanya Mubarok.
Hal senada juga disetujui pengamat politik dari LIPI Ikrar Nusa Bakti. Menurutnya, PDIP akan sulit berkoalisi dengan PD jika masih ada Mega sebagai ketua umum.
"Selama Ibu Mega jadi ketua, paradigma baru Taufiq Kiemas nggak akan terjadi," paparnya.
Menurut Ikrar, PDIP tentu akan senantiasa berhitung, apakah memilih menjadi menteri ataukah kehilangan konstituennya. Dicontohkannya, PDIP ketika pemilu 2004 memiliki pemilih 32% dan 2009 berkurang menjadi 14%.
"12% pemilihnya itu dari PNI, partai sejak 1955. Kalau terjadi penurunan lagi, PNI nggak mendukung PDIP lagi," katanya.
(amd/gun)











































