Anak Tewas Saat Camping, Halim Mengadu ke Polisi

Anak Tewas Saat Camping, Halim Mengadu ke Polisi

- detikNews
Jumat, 26 Mar 2010 16:36 WIB
Anak Tewas Saat Camping, Halim Mengadu ke Polisi
Jakarta - Felice (7), siswi Kelas 2 Sekolah Dasar Pelangi Kasih, Kelapa Gading, Jakarta Utara, tewas saat mengikuti program Student Camp III dari sekolahnya. Ayah korban, Lim Dat Kui (Halim) mengadu ke Polda Metro Jaya.

"Pihak sekolah diduga telah melakukan kelalaian yang menyebabkan anak klien kita meninggal dunia," kata pengacara korban, Doni Setiawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (26/3/2010).

Diceritakan Halim, awalnya, Februari lalu dia mendapatkan surat pemberitahuan dari pihak sekolah tentang agenda Student Camp III yang akan diselenggarakan di Villa Pinus, Sukabumi, Senin 22 Maret. Halim awalnya menolak anaknya diikutkan kegiatan itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi kata sekolah itu acara wajib, jadi harus ikut," katanya.

Untuk mengikuti acara itu, setiap orangtua siswa dibebankan membayar Rp 600 ribu. Acaranya sendiri dilangsungkan selama 3 hari.

Singkat cerita, Halim menyetujui kegiatan tersebut dan membayar uang pendaftaran pada 3 Maret 2001 melalui isterinya, Nuiky. Saat itu, Halim berencana ikut serta dalam kegiatan itu agar bisa mengawasi anaknya. Namun, pihak sekolah menolaknya.

"Karena alasannya biar anaknya mandiri," tuturnya.

Hingga pada hari H-nya, Halim mengantarkan anaknya ke sekolahnya. Menurut Halim, Felice berangkat bersama 100 siswa lainnya dan puluhan guru pembimbing. Felice dan rombongan pun tiba di lokasi camping di Sukabumi. Sore harinya, sekitar pukul 15.00 WIB, Halim ditelepon oleh pihak sekolah.

"Diberitahukan bahwa anak saya pingsan saat berenang dan sudah dibawa ke Rumah Sakit Ciawi, Sukabumi," ujarnya.

Karena panik, Halim kemudian berangkat ke Sukabumi. Tiba di sana, Halim mendapati anak bungsunya itu ternyata sudah meninggal. "Saya tanya ke pihak sekolah, kenapa anak saya bisa meninggal?" tanyanya.

Namun, pihak sekolah justru mengatakan bahwa anaknya terserang epilepsi saat berenang. Padahal, menurutnya, di agenda acara tidak tertera acara berenang. "Makanya saya tidak kasih baju renang karena dia juga nggak bisa berenang," jelasnya.

Halim menyesalkan kejadian itu. Dia menuding pihak sekolah lalai dalam mengawasi anaknya. Untuk itu, ia berniat melaporkan peristiwa itu ke Polda Metro Jaya. Namun, petugas Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro menolak laporan tersebut.

"Alasannya karena kejadiannya di Sukabumi. Jadi kita diharuskan melapor ke sana," ujar Doni.

Usai peristiwa ini, Halim mengaku tidak ada kesepakatan damai yang ditawarkan oleh pihak sekolah. "Mereka hanya meminta maaf," katanya.

Halim sendiri bersikukuh untuk memproses peristiwa itu ke ranah hukum bila pihak sekolah ingin berdamai. "Ini masalah nyawa, mau diganti apa?" kata Halim.

Sementara itu, Suki, Kepala Sekolah Pelangi Kasih saat dikonfirmasi membenarkan bahwa Felice adalah salah satu muridnya. Namun, Suki menolak mengomentari ihwal kematian Felice. "Lebih baik ketemu saja, nanti saya jelaskan," kata Suki.    
(mei/irw)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads