Wow! Poco-Poco Kini Menggoyang Ceko

Laporan dari Pardubice

Wow! Poco-Poco Kini Menggoyang Ceko

- detikNews
Selasa, 23 Mar 2010 01:32 WIB
Wow! Poco-Poco Kini Menggoyang Ceko
Pardubice - Kalau disco dulu pernah melanda Indonesia di era 70-an, kini Poco-poco justru menggoyang Republik Ceko! Tari pergaulan dari Sulawesi ini disuka tua muda.

Goyang masal Poco-poco dilakukan masyarakat kota Pardubice, menutup acara Multicultural Week di Gedung Teater 29, (21/3/2010).

"Mereka belajar tari yang asyik dilakukan ramai-ramai tersebut dari para penari binaan KBRI Praha," tutur Konselor Penerangan, Sosial, Kebudayaan Azis Nurwahdyudi kepada detikcom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pejabat kota Pardubice, Jiri Binder mengatakan bahwa tim Indonesia berhasil menghadirkan suasana meriah dan hangat dengan mengajarkan tari Poco-Poco tersebut.

"Keberhasilan mendekatkan budaya Indonesia ini akan selalu diingat oleh masyarakat kota Pardubice," ujar Binder.

Multicultural Week di Pardubice diikuti oleh partisipan dari berbagai negara seperti Perancis, Georgia, Mongolia, Vietnam, Armenia, Azerbaijan, Kirgizstan, Kazachstan, dan Tajikistan.

Indonesia mendapat kehormatan tampil menutup acara tersebut dengan pertunjukan tari tradisional oleh Sanggar Sekar Melati binaan KBRI Praha, meliputi Tari Cendrawasih (Bali), Tari Kayau (Kalimantan), Tari Rantak (Sumbar) dan Saman (Aceh).

Batik

Sebelumnya sejumlah masyarakat kota Pardubice juga berkesempatan mengikuti workshop pembuatan batik, yang diselenggarakan di Sekolah Seni Pardubice dengan pengarah Helena Hoskova, mantan penerima beasiswa Darmasiswa yang belajar di ISI Yogyakarta.

Hoskova antara lain memberikan pelatihan tentang proses pembuatan batik mulai dari memperkenalkan peralatan membatik seperti canting, malam (sejenis lilin, red), sampai membuat pola.

Para peserta workshop juga diberi kesempatan untuk mempraktikkan cara membatik di kain yang telah dibagikan. Sementara Sona Cermakova, yang juga alumni Darmasiswa UGM Yogyakarta, memberikan penjelasan mengenai pembuatan batik kepada para peserta.

Seusai workshop semua peserta dapat melihat koleksi kain batik tulis dan batik cap yang dipamerkan. Disusul demonstrasi berbagai penggunaan kain batik melalui peragaan busana. Ditunjukkan batik sebagai pakaian daerah, pakaian kerja, dan kasual.

"Mereka tampak kagum setelah melihat bahwa batik ternyata juga cocok dipadu dengan celana jeans dan untuk bersantai di musim panas," demikian Azis.

Kesempatan di Pardubice itu juga dimanfaatkan untuk mempromosikan Indonesia dengan membagikan brosur pariwisata dan mengajak mereka berkunjung ke tanah air.

(es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads