"Peta politik PDIP menjelang kongres itu posisi ketua umum sudah selesai, sudah
aklamasi. Tetapi soal siapa penerus, Mega-Prananda sama dengan oposisi, Taufiq-Puan sama dengan Koalisi," kata bapilu PDIP Budi Mulyana kepada detikcom, Senin (22/3/2010).
Menurut Budi, pertarungan yang nyata adalah perebutan Sekjen dan Wakil Ketua Umum. Kedua posisi itu terus diperebutkan dua kubu, pro oposisi dan pro koalisi. "Pertempuran di Waketum dan Sekjen yang ramai. Pro koalisi ikut Puan, pro oposisi ikut Prananda," papar Budi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peluangnya kalau hari ini, ketua umum sudah menyatakan oposisi. Secara de facto pro koalisi sudah kalah, makanya mereka menggunakan instilah aliansi strategis," jelas
Budi.
"Pro koalisi bersama Pak Taufiq gerakannya ke atas dan ke samping karena ke bawah
tidak bisa," lanjutnya.
Budi mengungkapkan, tim Megawati akan memberi pengarahan sebaik-baiknya kepada pemilik hak suara soal menentukan pilihan beroposisi atau berkolisi. Hal ini sangat penting agar kader PDIP tidak terjebak dengan istilah-istilah tersebut.
"Kita tidak mau ada yang tertipu, karena selama ini kita di bawah sudah susah. Kita tidak mau makin susah," tutupnya.
(van/yid)










































