Agar Mereka Tidak Melupakan Indonesia

Laporan dari Den Haag

Agar Mereka Tidak Melupakan Indonesia

- detikNews
Sabtu, 20 Mar 2010 15:59 WIB
Agar Mereka Tidak Melupakan Indonesia
Den Haag - Apa yang disebut pasar malam di Belanda saat ini sudah bukan lagi pasar malam. Sudah menginternasional, ada India, Pakistan, dan sebagainya. Padahal akar pasar malam di Belanda adalah budaya Indonesia.

Hal itu disampaikan Dubes RI untuk Kerajaan Belanda J.E Habibie dalam konferensi pers di Ruang Nusantara KBRI Den Haag, yang dihadiri detikcom, satu media nasional dan 11 media Belanda, Kamis (18/3/2010).

Menurut Habibie, setelah memperhatikan perkembangan tersebut dan demi kepentingan ekonomi serta eksistensi pengaruh kebudayaan Indonesia di Negeri Belanda, maka pihaknya memutuskan untuk menyelenggarakan Pasar Malam otentik Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pasar Malam ini tidak komersial, sebab tujuannya untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Belanda dan hubungan emosional antara kedua bangsa," terang Habibie, didampingi DCM Umar Hadi dan Koordinator Fungsi Pensosbud Firdaus Dahlan.

Menurut Habibie, Pasar Malam ini juga membidik sasaran generasi muda Belanda, khususnya yang mempunyai tautan langsung dengan Indonesia. "Agar kebudayaan Indonesia tidak dilupakan," tegas Habibie.

Khusus untuk ini KBRI juga menggandeng biro Make Me Feel dalam kompetisi yang menarik kaum belia berupa pemilihan Miss Indonesia pada Pasar Malam tersebut.

Selain itu Pasar Malam yang didukung Pemkot Den Haag, Kementerian Luarnegeri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Kementerian Diknas, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan beberapa pemerintah daerah, juga membawa prospek investasi baru di sejumlah provinsi Indonesia untuk dipertimbangkan oleh perusahaan-perusahaan potensial Belanda.

Sejumlah delegasi dari berbagai provinsi akan hadir untuk menangguk investasi dan perdagangan, antara lain Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesia Selatan, Maluku, Surabaya, dan Semarang.

Para partisipan di Pasar Malam juga dapat melakukan penjualan langsung pada tingkat ritel, termasuk masakan dan jajanan pasar khas Indonesia, yang selalu dirindukan orang-orang Belanda.

"Di Pasar Malam ini saya melarang penjualan pannenkoeken dan poffertjes (jajanan khas Belanda sejenis serabi, red), sebab itu semua bisa dibeli sehari-hari di Belanda. Semua harus khas dan otentik Indonesia," tegas Habibie.

(es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads