"Nggak ada soal PDIP masuk, nggak apa-apa. Tapi itu kan tergantung pemimpin koalisi," kata Ketua DPP PKB Marwan Ja'far.
Hal ini disampaikan Marwan usai peluncuran bukunya yang berjudul 'Ahlussunnah Wal Jama'ah' di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (19/3/2010).
Menurut Ketua FPKB ini, komunikasi partai koalisi dengan PDIP terus terjalin. Hal ini mungkin yang membuat PDIP makin nyaman. "Kalau komunikasi dengan semua fraksi, kita komunikasi. Tidak ada masalah," papar Marwan.
Jika PDIP masuk ke koalisi, Marwan menyadari partai oposisi akan berkurang. Namun Marwan yakin DPR mampu menggantikan peran oposisi mengawasi pemerintahan. "Soal kontrol, ya tentunya secara inheren oleh DPR. DPR itu kan punya fugsi pengawasan. Tapi nggak boleh ngawur," jelas Marwan.
Namun demikian Marwan berharap isu masuknya PDIP benar-benar karena keinginan bersama membangun pemerintahan yang kuat untuk mensejahterakan rakyat. Bukan karena sebab-sebab politis, apalagi barter kasus atau jatah menteri. "Kasus Century jangan dijadikan bargaining politik. Kasus wacana Sri Mulyani diboikot itu dorongan transaksional yang tidak boleh lagi," tutup Marwan.
(van/yid)











































