Tifatul Nilai Provokasi Kasus Century Masih Berlangsung

Tifatul Nilai Provokasi Kasus Century Masih Berlangsung

- detikNews
Rabu, 17 Mar 2010 14:15 WIB
Tifatul Nilai Provokasi Kasus Century Masih Berlangsung
Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring menilai masih ada elit politik yang berusaha melakukan provokasi atas penanganan kasus Bank Century. Ia pun menyayangkan hal itu, dan mengimbau semua pihak untuk menahan diri.

"Saya sangat menyayangkan pernyataan dari elite politik, pengamat, analis yang masih terus memprovokasi proses penanganan kasus Bank Century," ujar Tifatul dalam rilisnya kepada detikcom, Rabu (17/3/2010).

Menurut Tifatul, provokasi ini berupa munculnya sejumlah wacana terkait dengan pengusutan kasus Bank Century. Wacana itu menurut Tifatul, di antaranya soal pemotongan anggaran KPK, isu pemboikotan Sri Mulyani, hingga soal pelecehan suara rakyat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sangat disayangkan masih ada yang mengipas-ngipas masalah ini. Ada yang bilang pemotongan anggaran KPK-lah, pemboikotan, pelecehan suara rakyat, termasuk sebagian pengamat yang cenderung provokatif," tulis Tifatul.

Mantan presiden PKS ini juga mengatakan tugas legislatif terkait skandal Bank Century sudah tuntas. Kasus ini sudah berada di lembaga yudikatif untuk diproses secara hukum, setelah keluarnya rekomendasi dari DPR.

Ia pun mengimbau kepada semua pihak untuk menahan diri. "Cooling down dulu, rehat sejenak, fokus kepada mengurus peningkatan kesejahteraan rakyat, karena masyarakat sudah lelah disajikan perdebatan tanpa ujung ini," terangnya.

Dalam rilisnya, Tifatul juga menilai sejumlah pengamat politik cenderung provokatif dalam memberi pandangan dan analisa.

"Saya kadang-kadang jadi bingung, ini pengamat atau pengamek (bhs Minang: genit), sebab analisa pengamat sejati mestinya ilmiah, berdasarkan fakta dan informasi yang valid, memenuhi kaidah-kaidah silogisme standar. Bukan atas dasar feeling atau khayalan semata. Kalau cuma mau tampil dan terkenal saja itu namanya pengamek," ucap Tifatul.

(gun/iy)


Berita Terkait