"Mulai tahun ini konsep itu Insya Allah akan kami terapkan. Kami siap mendampingi tahanan teroris untuk memberikan pembelajaran agama yang benar dan mempelajari Islam secara utuh bagi mereka," tegas Menteri Agama Surya Dharma Ali.
Pernyataan itu disampaikan Surya Dharma Minggu (14/3/10) kepada wartawan di sela-sela acara Haflah Maulud Nabi Besar Muhammad SAW dan Walimatut Tasyakur Lil Ikhtitam, di Pondok Pesantren Darrussalam Desa Watucongol, Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pimpinan KH Ahmad Abdul Hak. Â
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka mayoritas memahami islam dari beberapa aliran-aliran sempalan Islam dalam bentuk jihad yang masih tidak jelas dan semu," tegas Surya Dharma.
Maka, mulai tahun ini selain memberikan pendampingan kepada tahanan teroris, juga memberikan ruang dialog seluas-luasnya kepada pelaku terorisme tentang ajaran Islam yang benar.
"Mereka butuh ruang dialog yang luas. Supaya mereka bias kembali ke agama Islam yang benar seperti agama Islam yang ada di Indonesia," tegas Surya Dharma.
Ketum PPP ini juga menambahkan, mayoritas dari pelaku teroris mereka mendapatkan pelajaran agama dan konsep jihad dari luar negeri seperti Afghanistan, Teheran, dan negara arab lainya sehingga penerapan konsep jihad tidak sesuai.
Selain memberikan pendampingan serta pendidikan agama terhadap tahanan teroris, kementrian agama juga sudah menyiapkan konsep pembelajaran agama bagi tahanan lainya. Seperti tahanan anak-anak, tahanan wanita serta tahanan lainnya yang melakukan tindak pidana.
"Sebab saya pernah berkunjung ke LP di Jakarta Pusat, mereka di dalam tahanan juga melakukan aktivitas ibadah seperti solat, tahlilan. Sehinga mereka butuh bimbingan cara mempelajari islam yang benar," tutur Surya Dharma.
(ndr/nal)











































