Status DPO terhadap perempuan yang kerap mengaku wartawan kriminal Kompas ini, dikeluarkan oleh Polresta Bogor.
"Kami sudah melakukan penetapan terhadap terlapor atas nama Selly Yustawati," ujar Kasat Reskrim Polresta Bogor AKP Irwansyah, di Mapolresta Bogor, Kedunghalang, Bogor, Rabu (10/3/2010).
Berdasarkan penelusuran, Selly terakhir beraksi di Bandung setelah sebelumnya beraksi di Depok dan Bogor. Tim dari Polresta Bogor juga melacak di Bogor, Depok dan Jakarta.
"Tim kami masih melakukan pelacakan Selly Yustiawati di Bogor, Jakarta, dan Depok," kata Irwansyah.
Reskrim Polresta Bogor pun sudah mendatangi keluarga Selly yang tinggal di Pancasan Atas, Kelurahan Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat, Bogor.
"Keluarga pun pasrah terhadap kelakuan Selly, dan menyerahkan pada proses hukum," kata Irwansyah.
Selly diduga terlibat dalam berbagai aksi penipuan bermodus bisnis pulsa. Sejak 2006 dia selalu lolos dan diduga sudah mereguk uang ratusan juta dari Universitas Moestopo (Beragama), Hotel Gran Mahakam, Kompas Gramedia dan puluhan korban lain.
Modus operandinya bertambah lagi dengan mencari korban lewat jejaring facebook. Para korban pun melawan balik dengan membuat grup 'PENIPUUUUU SELLY YUSTIAWATI'.
Selly juga memakai nama alias Rasellya Rahman Taher atau Eyy. Akun facebooknya selalu disembunyikan dan hanya bisa dibuka oleh temannya. Namun kini muncul akun 'Selly Wati' yang mengaku menyesal atas tindakannya. Akun ini masih diragukan keasliannya.
(fay/lrn)











































