Aksi ini digelar karena adanya aturan baru yang melarang ketiga jenis angkutan umum tersebut masuk ke stasiun. Jika ingin mengambil penumpang, para pengelola angkutan wajib membayar tarif Rp 7,5 juta per bulan.
"Kita nggak boleh masuk, kenapa hanya Blue Bird saja yang boleh, kita harus bayar Rp 7 juta satu kotak, tapi sudah dibeli Blue Bird semua," ucap salah seorang sopir PE Taksi, Mujiono, saat ditemui detikcom, Senin (8/3/2010).
Pemblokiran jalan masuk menuju stasiun berlangsung sejak pukul 17.25 WIB hingga 17.55 WIB. Mereka menutup akses hingga kendaraan roda empat yang hendak masuk stasiun harus mengurungkan niatnya.
Sejumlah perusahaan taksi yang melakukan aksi adalah PE Taksi, Astro Taksi, Jakarta Metro Taksi dan Indah Family Taksi. Sementara, puluhan sopir ojek dan bajaj juga antusias mengikuti aksi.
Petugas kepolisian yang berjaga di lokasi membenarkan tentang aksi ini. Bahkan, pihak stasiun sudah pernah mengajak para sopir untuk bernegosiasi.
"Mereka sudah diundang untuk mediasi, tapi ternyata tidak ada titik temu. Ya udah jadinya seperti ini," jelasnya.
Aksi ini sempat membuat kemacetan di sekitar kawasan Gambir. Setelah puas melakukan aksi, para sopir taksi yang sebagian besar tidak berseragam tersebut memilih berkumpul di Jl Dipenogoro, Menteng, Jakarta Pusat.
(mad/iy)











































