"Insya Allah lebih kurang 30-an," kata Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta, Jumat (5/3/2010).
Kapolri enggan menjelaskan apakah teroris di Aceh juga terkait dengan jaringan-jaringan teroris yang telah ada. Karena menurutnya, jika diungkap sekarang, maka akan mengganggu proses pengejaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemarin ada lagi baku tembak di Langkeube. Ada korban dari polisi? "Kan sudah saya jelaskan bahwa yang meninggal dari kepolisian satu, yang luka ringan 4, yang luka-luka 4 masih di rumah sakit, yang meninggal satu sampai hari ini anggota kami belum bisa ditemukan karena dibawa dengan senjatanya oleh mereka," papar BHD.
BHD menjelaskan, dari pihak teroris ada tiga yang terluka. Tapi mereka berhasil melarikan diri.
BHD enggan menjelaskan lebih detil soal target serangan para teroris serta antisipasi apa yang telah dilakukan oleh polisi. "Ya nanti saja. Pokoknya anak-anak sedang bertugas sekarang," pungkas BHD.
Dalam aksi teroris ini, lanjut BHD, satu orang anggota polisi dari Densus 88 meninggal dunia. Namun hingga saat ini jasadnya belum ditemukan karena masih dibawa oleh para teroris. "Kita masih melakukan pengejaran," kata Kapolri.
Sudah pasti meninggal? "Kalau menurut keterangan saksi anggota yang bersama mereka, ya diduga sudah meninggal," jawabnya.
Para teroris yang melancarkan aksinya tersebut menurut Kapolri bersenjata lengkap. Jenisnya sudah diketahui lantaran sebagian sudah disita polisi.
"Ya, bersenjata. Kan senjatanya sudah ada yang kita sita juga. Yang disita senjatanya empat pucuk, AK dengan M16," pungkas BHD.
(anw/mok)










































