Purwanto memanjat lantai tiga gedung DPRD Medan di Jl. Maulana Lubis. Ayah dua anak ini berupaya melompat. Sebelum melompat, korban terlebih dahulu berteriak dan berorasi mengecam anggota dewan yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan buruh.
Aksi nekad Purwanto berhasil digagalkan setelah sejumlah aparat kepolisian dan buruh, mengamankan korban dari pinggir dinding gedung DPRD Medan bagian depan.
"Saya rela mati demi memperjuangkan hak buruh. Biar anggota dewan puas. Untuk apa hidup kalau terus melihat sikap anggota dewan yang tak peduli dengan rakyat kecil," kata Purwanto putus asa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Upaya bunuh diri tersebut merupakan buntut kekecewaan sekitar 200 buruh Hotel Soechi Medan yang menjadi korban PHK secara sepihak hanya karena membentuk serikat pekerja.
Mengetahui rekannya depresi akibat terus tertekan, puluhan buruh kemudian menggelar aksi unjukrasa di depan pintu gedung DPRD Medan. Dalam orasinya, Kuasa hukum buruh, Taufik Oemardani mengecam sikap anggota dewan yang dinilai mandul.
"Lahan Hotel Soechi Medan itu milik Pemko Medan. Mengapa untuk menghadirkan Hartono Utomo saja tidak mampu. Apa ini bukti bahwa Pemko, DPRD telah dibayar kapitalis untuk bungkam," sebut Taufik kecewa.
Perjuangan buruh Hotel Soechi Medan yang tergabung dalam Serikat Pekerja Mandiri, berlangsung sejak tujuh bulan lalu. Sebagai bentuk protes atas PHK terhadap 200 pekerja, para buruh mendirikan tenda di halaman Gedung DPRD Medan. Meski begitu, pihak manajemen Hotel Soechi tak kunjung memberikan hak normatif dan pesangon kepada para buruh.
(rul/djo)











































