"Kalau melihat peristiwa ini, saya lebih cenderung mengatakan Surya sudah lepas kontrol. Dia tidak bisa mengendalikan fraksinya. Kalau demikian, apa masih bisa dikatakan masih ada orangnya (loyalis) Surya jika ternyata 32 anggota FPPP membelot?" kata Wakil Ketua Dewan Pakar DPP PPP Lukman Hakiem kepada detikcom, Kamis (4/3/2010).
Menurut Lukman, sikap FPPP yang berbalik arah mendukung opsi C menunjukkan telah terjadi deligitimasi terhadap kepemimpinan Suryadharma. Jika memang sikap balik arah itu atas restu Surya, maka dia dinilai tidak memiliki etika koalisi. Tetapi, jika membelotnya sikap FPPP tidak atas izin Surya, maka bukti nyata bahwa Surya tidak diikuti lagi perintahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kita lihat, bagaimana perubahan sikap ini direstui, lha wong dalam lobi masih ngotot opsi AC. Saya menangkap peristiwa ini sebagai deligitimasi kepada Surya," imbuhnya.
Menurut mantan sekretaris FPPP ini, cara bermain fraksinya kurang elegan. Jika memang iramanya mendukung, harusnya sejak awal ditunjukkan sebagaimana PKB. Sebaliknya, jika memang iramanya kritis, harusnya konsisten dalam pilihan sikapnya sejak pandangan awal sampai paripurna.
"Ini taktiknya yang keliru. Kalau dari awal memang mau dukung, iramanya ya pakai irama mendukung. Kalau ini nggak, dari awal kencang, prosesnya tenang, tiba-tiba menjelang akhir di Pansus tak sebut nama. Itu kesalahan taktik dan strategi," kritik mantan anggota DPR ini.
(yid/nrl)










































