"SBY berani pasang badan karena sudah mengkalkulasi, dan punya opsi-opsi. Salah satunya SBY mungkin sudah tahu hasil paripurna besok," kata pengamat politik dari UGM Arie Sudjito kepada detikcom, Senin (1/3/2010).
Menurut kandidat Doktor politik ini, SBY yang bersikap tegas di akhir permainan soal Century karena sudah menghitung betul peluang terburuk dari gerakan parlemen soal kasus Century. SBY pun diyakini sudah memiliki jurus-jurus untuk mematahkan semua serangan dari parlemen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya yakin SBY tidak hanya menyiapkan satu skenario. Misalnya, kalau PKS tetap keras, danย didepak, tentu sudah disiapkan kekuatan pengganti," imbuhnya.
Mantan aktivis mahasiswa ini menilai keberanian SBY dan sikap tegasnya soal Century karena yakin betul suara DPR tidak bulat. Sehingga SBY dengan mudah mematahkan semua argumentasi hasil Pansus.
"Saya yakin parlemen sendiri tidak akan menemukan konsensus final yang sama. Kalaupun dimasukkan proses hukum, semua sudah dihitung pula," tegasnya.
"Ini ibaratnya, SBY sudah tendang bola. Tergantung parlemen, mau ditangkap atau dioper balik," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Presiden SBY siap bertanggung jawab soal pengambilan keputusan bailout Bank Century yang dilakukan pemerintah pada November 2008, meskipun keputusan tersebut diambil tidak melalui izinnya.
"Meskipun saya tidak ada di tanah air saat itu, meski dalam merumuskan langkah tindak perbankan dan perekonomian yang mesti dilakukan terhadap Bank Century dan meskipun baik Gubernur BI dan Menkeu tidak melalui izin saya, karena beliau bekerja dengan UU, saya katakan bahwa yang dilakukan penyelamatan perekonomian kita adalah benar," jelas SBY.
"Pertama kali yang saya sampaikan pada tanggal 23 november 2008 dan saya ulangi lagi pada arahan di Cilangkap, di Madiun, sebagai tindakan untuk selamatkan perekonomian kita, itu benar. Dan saya bertanggung jawab," tandasnya dalam pertemuan dengan para bankir di kantornya, Jakarta, Senin (1/3/2010). (yid/ape)











































