Jumlah petani tersebut sekitar 4.000 petani dari beberapa daerah diantaranya Klaten(7 bus), Kendal (4 bus), Wonosobo (6 bus), Magelang(4 bus), Boyolali (2 bus) dan Temanggung (50 bus) dengan total bus sebanyak 73 bus.
Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jateng, Nurtantio Wisnu Brata kepada detikcom disela-sela pemberangkatan ribuan petani tembakau ke Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami juga akan melakukan unjuk rasa di Kantor Menteri Kesehatan dan Kantor Menteri Hukum dan HAM,” tegas Winsu.
Wisnu menyatakan petani secara sukarela mengeluarkan sendiri uang mereka untuk keberangkatan mereka ke Jakarta.
“Sebenarnya para petani yang akan berangkat ke Jakarta lebih dari 70-an bus bahkan mencapai ratusan. Namun, karena faktor pertimbangan keamanan dan pengawasan kami membatasi 70-an bus saja,” tegas Wisnu.
Setelah sampai di Jakarta, menurut rencana ribuan petani ini akan transit di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat. Kemudian akan memecah aksi massa pada tiga titik yaitu di Kantor Menteri Kesehatan, Kantor Menteri Hukum dan HAM serta Kantor DPR/MPR RI.
“Massa paling banyak akan menduduki kantor DPR RI,” tegas Wisnu.
Ketua APTI Temanggung, Achmad Fuad menyatakan PP 19 tahun 2003 masih relevan karena sudah mengatur pengamanan tembakau secara komprehensif, dari aspek kesehatan dan keberlangsungan komoditas tembakau telah diakomodasi secara lengkap dan seimbang.
“Petani akan melakukan aksi damai untuk menolak RPP Pengamanan Produk Tembakau sebagai Zat Adiktif bagi Kesehatan dan menuntut pemerintah untuk tidak menandatangani Frame Work Convention on Tobacco Control (FCTC),” tegas Fuad ditemui detikcom di sela-sela keberangkatan.
APTI Temanggung sendiri mengerahkan petaninya sekitar 2.500 petani tembakau Temanggung berangkat ke Jakarta dengan menggunakan 50 bus.
Petani tembakau ini berasal dari 12 kecamatan di Temanggung terdiri dari Tlogomulyo, Selopampang, Tembarak, Bulu, Parakan, Kledung, Bansari, Kedu, Jumo, Ngadirejo, Candiroto, dan Tretep.
Mereka berangkat dari tiga titik pemberangkatan di Temanggung, yaitu Alun-Alun Temanggung, bekas Stasiun Parakan, dan Terminal Ngadirejo.
(mad/mad)











































