"Mulai sekarang lebih baik mereka stop mencari muka. Saya kira SBY ini tidak tahu hanya yang di bawah-bawah saja mencari muka!" kecam politisi Golkar Bambang Soesatyo.
Bambang mengatakan itu usai diskusi di Rumah Perubahan, Jl Panglima Polim, Jakarta Selatan, Minggu (28/2/2010).
Menurut Bambang, siapa pun yang melampaui tugas dan wewenangnya seharusnya SBY bisa menegur. Sebaiknya pembeberan dugaan kasus LC fiktif yang dituduhkan pada politisi PKS Misbakhun dilakukan oleh Setneg.
"Saya juga tidak mengerti mengapa staf khusus bisa bertemu dengan Amien Rais yang tidak selevel. Kalau untuk urusan partai itu kan bisa diperintahkan ketua umum atau sekjen," kata anggota Pansus Century ini.
Bambang menyebut, Andi Arief juga bertemu dengan politisi senior Golkar Akbar Tandjung. Namun pertemuan itu hanyalah silaturahmi.
"Kita sudah klarifikasi ternyata mereka bilangnya hanya silaturahmi. Jadi kita masuk 'jebakan Batman'," tutur Bambang.
Sebelumnya, Sabtu (27/2/2010), Andi Arief dan Staf Khusus Presiden lainnya Velix Wanggai membeberkan data-data terkait dugaan kasus LC fiktif yang dilakukan oleh salah satu inisiator Pansus Century, Muhammad Misbakhun. Mereka akan menyerahkan bukti tersebut ke Mabes Polri.
Β
Andi Arief juga menuding PKS melindungi deposan Bank Century yang bermasalah, yakni M Misbakhun. Semestinya Misbakhun ikut dimintai keterangan Pansus Century. Misbakhun sendiri tengah mendiskusikan dengan pegacaranya untuk mempolisikan Andi Arief.
(nik/nrl)











































