"Saya sarankan presiden segera menyiapkan dua nama sebagai antisipasi jika posisi Boediono sulit dipertahankan. Dua orang itu nantinya diajukan ke MPR untuk dipilih sebagai pengganti Boediono," kata Amien kepada wartawan usai pengajian Maulud Nabi di Balai Muhammadiyah Surakarta, Solo, Jumat (26/2/2010).
Namun Amien tidak menyebut dua nama yang menurutnya layak menggantikan guru besar ilmu ekonomi UGM tersebut. Lebih lanjut Amien hanya mengatakan situasi dilematis dialami SBY dalam mengambil sikap tentang posisi Boediono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika merelakan mencopot Boediono, ada resiko goyahnya stabilitas pemerintahan dan invalid karena presiden dan wakil presiden dipilih oleh rakyat dalam satu paket.
"Situasi memang dilematis. Namun jika Boediono dicopot penyelidikan terhadap skandal bank tersebut bisa berjalan lancar. Ini berbeda dengan pilihan mencopot Sri Mulyani. Mencopot Sri Mulyani hampir tidak memiliki risiko apapun. Banyak ahli ekonomi yang sanggup untuk menggantikannya," ujarnya.
(mbr/mok)











































