Pantauan detikcom, Senin (22/2/2010), ribuan orang tumpah di Jl Gatot Soebroto. Hampir seluruh badan jalan terhalang aksi massa yang umumnya berjalan kaki ini.
Massa terdiri dari perangkat desa, kepala desa dan warga masyarakat dari seluruh daerah di Indonesia. Hal itu dilihat dari atribut dan seragam khas perangkat desa berwarna hijau muda dan coklat lengkap dengan identitas desa di lengan sebelah kiri.
Mereka membawa sejumlah spanduk dan poster yang bertuliskan tuntutan agar RUU tentang pembangunan desa segera disahkan. Massa sebagian besar berasal dari desa di pulau Jawa, seperti Pemalang, Kudus, Rembang, dan Wonosari.
Awalnya, massa bergerak mulai dari Parkir Timur Senayan sejak pukul 07.30 WIB, setelah sebelumnya tiba di Jakarta pada Minggu 21 Februari malam.
Karena jalan di depan DPR dipenuhi massa, polisi pun mengalihkan arus lalulintas. Kendaraan dari Semanggi-Slipi dialihkan melalui Jl Gerbang Pemuda dan diarahkan melalui pintu belakang DPR, Palmerah baru diarahkan ke Slipi,
Pintu keluar tol di depan DPR ditutup. Kendaraan yang menuju Palmerah dapat keluar Polda atau mengambil pintu keluar di Slipi. (ape/nrl)











































