Pengunduran jadwal Pilkada Kota Pekalongan tersebut disampaikan Ketua KPUD Kota Pekalongan, Taufikurrohman, di kantornya, Jl Sriwijaya, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (20/2/2010). Pilkada yang rencananya digelar pada 7 April diundur menjadi 16 Juni 2010.
"Ini sesuai dengan Undang Undang yang ada. Jadi mulai hari ini kami akan melakukan penjadwalan ulang, mulai dari pendaftaran hingga perlengkapan berkas para bakal calon," ujar Taufikurrohman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekadar diketahui, pilkada memang tidak bisa dilakukan jika hanya ada satu pasangan calon yang maju dalam pemilihan. Hal tersebut sebagaimana diatur dalam pasal 50 ayat (1) PP No.6 tahun 2005, yakni jumlah pasangan calon sekurang-kurangnya 2 pasang calon.
Jika syarat 2 (dua) pasang calon tersebut tidak terpenuhi, KPUD mengembalikan kepada partai politik atau gabungan partai politik yang memenuhi persyaratan untuk mengajukan kembali pasangan calon sehingga terpenuhi sekurang-kurangnya 2 pasangan calon.
Strategi Politik
Selain Golkar, partai politik lain yang memiliki tiket untuk mengusung pasangan calon walikota dan wakil walikota dalam Pilkada Kota Pekalongan adalah PAN. Namun pada kenyataannya, parpol yang memiliki 6 kursi di DPRD Kota Pekalongan, tidak mendaftarkan jagonya hingga batas akhir yang ditentukan KPUD Kota Pekalongan.
Sekretaris DPD PAN Kota Pekalongan, Aris Kurniawan, membenarkan hal tersebut. Namun, kata Aris, hal ini bukan berarti PAN tidak memiliki pasangan calon walikota dan wakil walikota yang akan diusung dalam Pilkada Kota Pekalongan.
Aris menegaskan, PAN sengaja tidak mendaftarkan calonnya dalam kesempatan pertama. Hal ini sebagai salah satu strategi untuk menghadapi pesaing yang merupakan incumbent. Mereka menunggu masa jabatan pasangan lawan sebagai walikota dan wakil walikota Pekalongan berakhir. Sehingga saat proses pilkada berlangsung, posisi walikota dan wakil walikota Pekalongan dipegang oleh pejabat sementara.
"Dengan demikian, nantinya akan lebih berimbang, semua dari nol. Kalau pilkada digelar sekarang, pasangan incumbent sangat diuntungkan," tukas Aris.
(djo/fay)











































