"Saat ini kesepakatan dengan pihak orang tua Marsha inaktif. Ini hanya pengendalian psikologi sebagai pembelajaran," ujar Kepala Sekolah SMA Bakti Mulya 400, Masdiko Indra di sekolahnya, Pondok Pinang, Jakarta, Jumat (19/2/2010).
Menurut Masdiko, pihak sekolah sudah memanggil Marsha, Kamis (18/2/2010) kemarin, bersama orang tuanya. Sekolah juga sudah meminta klarifikasi secara terbuka terhadap Marsha.
"Marsha secara terbuka juga sudah meminta maaf kepada seluruh SMA Negeri, SMA Bakti Mulia, seluruh pelajar, guru, dan staf," ungkapnya.
Masdiko pun membantah kalau Marsha dikeluarkan gara-gara akun twtternya tersebut. Dari pihak sekolah sebenarnya merasa sedih dengan permasalahan tersebut.
"Inikan permasalahan di balik perkembangan dunia maya. Jangan sampai akses dunia maya yang seharusnya berdampak positif tapi justru berdampak negatif," imbuhnya.
Mengenai permintaan maaf Marsha di Twtter, menurut Masdiko hal itu atas anjuran orang tuanya. Sekolah dan orang tua hanya mencari kesepakatan saja.
"Ini inisiatif orang tua," tuturnya.
Masdiko juga membantah SMA Bakti Mulya 400 kehilangan sponsor menyusul heboh kasus Marsha. (gus/iy)










































