Max diterima SBY di ruang kerja SBY, kantor Presiden, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (18/2/2010) pukul 11.00 WIB. Max didampingi perwakilan investor asing (foreign chambers) James Castle.
Max mengenakan batik lengan panjang warna coklat muda dan celana warna putih. Kakinya putus hingga sepaha. Max kini duduk di kursi roda.
"Meskipun kaki saya teramputasi, saya tidak bisa membohongi diri saya sendiri bahwa saya pasti akan kembali lagi ke Indonesia.Saya nanti mencoba untuk berjalan dengan kaki palsu," kata Max yang fasih berbahasa Indonesia ini.
Max berencana membantu dan bekerjasama dengan Indonesia lagi. "Saat ledakan bom, saya tahu itu tidak didukung oleh mayoritas orang Indonesia
dan seperti yang Bapak presiden tadi katakan, saat ini Indonesia sudah mulai maju. Saya yakin kemajuan itu dikarenakan oleh hasil kerja dari tim Bapak dan saya harap kemajuan itu dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia supaya kemiskinan tidak ada lagi," papar dia.
SBY menyambut baik dan mendukung niat Max. "Saya makin terharu kepada Max untuk bersama kami, terus bersama dengan rakyat Indonesia. Saya tahu Max kehilangan kedua kaki tetapi tidak kehilangan hati dan pikiran. Oleh karena itu saya sambut baik, welcome, mari terus berkomunikasi dengan para investor untuk bekerjasama di sini," kata SBY.
Wartawan selanjutnya diminta keluar. Pertemuan Max dan SBY masih berlangsung.
(aan/ndr)











































