Mer-C: Polisi Telah Rencanakan Serang Pendukung Ba'asyir

Mer-C: Polisi Telah Rencanakan Serang Pendukung Ba'asyir

- detikNews
Sabtu, 01 Mei 2004 09:18 WIB
Jakarta - Medical Emergency Rescue Commitee (Mer-C) mensinyalir polisi telah merencanakan untuk menyerang pendukung Abu Bakar Ba'asyir di rutan Salemba. Indikasinya, polisi telah menyiapkan banyak ambulance di dekat rutan."Kita tak memperkirakan akan terjadi penyerangan seperti itu. Kita hanya menyiapkan satu ambulance. Yang saya heran ternyata ambulance dari PMI dan polisi banyak sekali. Jadi serangan ini sudah disiapkan sejak awal," kata pimpinan Mer-C Jose Rizal Jurnalis saat berbincang dengan detikcom, pertelepon, Sabtu (1/5/2004). Jose menuturkan sempat mengecek 118 yakni ke pengelola ambulance RSCM. Pihak RSCM mengaku disuruh Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI untuk mengerahkan ambulance di dekat Salemba saat penahanan kembali Ba'asyir. "Saya telusuri ambulance RSCM kebanyakan sumbangan Dinkes. Makanya mereka loyal pada Dinkes. Saya makin menduga pasti ada rapat dulu untuk penyerangan ini," kata Jose. Jose lebih jauh menyesalkan sikap petugas medis dari polisi yang tidak mau menolong korban dari pendukung Ba'asyir. Tindakan ini telah menyalahi prinsip kemanusiaan universal. "Teman-teman medis dari Polri mereka tak tergerak sama sekali melakukan evakuasi atas pendukung Ba'asyir. Pendukung dibiarkan saja malah kemudian digebukin. Ini tidak bisa kita terima," tandas Jose. Seorang petugas medis harus menolong siapa saja yang terluka dalam konflik. Petugas medis tak boleh mentaati perintah untuk tidak melakukan pertolongan terhadap orang yang terluka. "Kalau mereka tak mau menolong yang bukan kawannya sebaiknya mereka berhenti jadi medis. Meskipun mereka mempunyai sistem komando ada hal universal dalam dunia kedokteran yang sifatnya mendunia. Itu tak bisa dilarang hukum negara," demikian Jose. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads