Wakil Ketua Komisi I DPR RI Hayono Isman membenarkan isu yang tengah berkembang terkait pejabat TNI yang memiliki lebih dari satu rumah dinas. "Ini masih isu yang perlu diklarifikasi. Pada saatnya nanti Komisi I akan memanggil Panglima TNI untuk mengklarifikasi isu tersebut," kata Hayono seusai mengikuti dialog dengan warga KPAD Geger Kalong yang menolak ditertibkannya rumah dinas di kawasan itu, Sabtu (13/2/2010).
Hayono menuturkan isu tersebut adalah bagian yang tidak kondusif terhadap peningkatan tertib administrasi TNI. "Harus diakui menyangkut penertiban (aset) TNI tidak tertib. Harus ditertibkan," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Waktu pemanggilan akan dilakukan segera. "Secepatnya. Masalahnya kita menghadapi reses secepatnya. Sebelum 4 maret," tegasnya.
Dalam sambutannya di hadapan warga KPAD Geger Kalong, Hayono sempat memberikan imbauan kepada Bustamil Arifin untuk menyerahkan rumah dinas yang dimiliki lebih satu. "Jangan sampai rumah itu diambil secara paksa oleh TNI. Paling baik rumah itu diserahkan secara sukarela kepada negara untuk digunakan oleh TNI," imbaunya.
(ahy/ape)










































