20 Ormas Islam Tuntut Pembebasan Ba'asyir
Jumat, 30 Apr 2004 15:57 WIB
Jakarta - Perwakilan 20 Ormas Islam mendatangi Mabes Polri. Mereka menuntut pembebasan Abu Bakar Ba'asyir sesuai dengan ketentuan hukum.Ormas Islam itu antara lain terdiri dari Hizbullah, MMI, Hammas, KAMMI, Persis, dan Hidayatullah.Mereka juga meminta agar proses hukum Ba'aayir bebas dari intervensi AS, serta memperlakukan Ba'asyir secara manusiawi dan memenuhi rasa keadilan.Pernyataan sikap itu disampaikan jubir MMI Fauzan Al Amsori di Mabes Polri Jakarta, Jumat (30/4/2004). Dia didampingi sekitar 5 perwakilan Ormas Islam yang ingin menjenguk Ba'asyir."Kejadian hari ini kembali menegaskan betapa pemerintah yang katanya berdaulat terbukti melecehkan kemandirian dan kedaulatan sebagai bangsa. Pengambilan paksa kedua kalinya terhadap Ustad menunjukkan diskriminasi dan standar ganda terhadap penegakan supremasi hukum di Indonesia," ujar Fauzan."Padahal RMS (Republik Maluku Selatan) yang nyata-nyata melakukan tindak separatisme masih saja mendapat permisifme dari aparat keamanan," demikian kata Fauzan seperti dituangkan dalam pernyataan sikap yang diteken 20 Ormas Islam itu.Dalam pernyatan sikap itu juga diceritakan kronologis bentrokan saat penangkapan Ba'asyir oleh polisi di Rutan Salemba.Tercatat ada 44 korban luka, yang sebagian besar terluka di kepala. Tiga orang diantaranya mengalami keretakan tengkorak kepala yang dirawat di RSCM, dan 1 orang patah tangan. Selain itu ada 43 orang pendukung Ba'asyir diperiksa di Polres Jakpus. Kemudian 10 bus dan sejumlah motor disita di Polda Metro Jaya."Kabar terakhir yang didapat, saat massa pendukung Ba'asyir mau mengambil motor sempat dipukul anggota polisi dengan menggunakan buku. Menurut informasi, 500 orang pendukung Ba'asyir sedang dalam perjalanan menuju Mabes Polri," kata Fauzan.Namun wartawan hanya melihat 15 orang pendukung Ba'asyir yang berkumpul di depan pintu masuk dekat kantor Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar sambil membacakan pernyataan sikap."Kita akan selalu mendampingi Ustad di manapun berada. Bahkan bila Ustad disidangkan di Bali, kita juga akan ikut mendampingi Ustad di Bali," tukas Fauzan.
(sss/)











































