Perdebatan Tak Substansial (Lagi) di Pansus Century

Perdebatan Tak Substansial (Lagi) di Pansus Century

- detikNews
Rabu, 10 Feb 2010 17:53 WIB
Perdebatan Tak Substansial (Lagi) di Pansus Century
Jakarta - Tidak salah juga menilai rapat Pansus Century bak sinetron. Hampir setiap episode ada adegan perdebatan tidak subtansial. Kali ini pemeran utamanya Akbar Faizal (F-Hanura) berpasangan dengan pemeran tetap, Ruhut Sitompul (F-PD).

Perdebatan bermula dari pernyataan Akbar Faizal saat menanggapi penjelasan para dirut BUMN yang dihadirkan di ruang rapat Pansus Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (10/2/2010).

Inti penjelasannya, pihak BUMN bebas menyimpan uang aset mereka di bank swasta mana saja tidak terkecuali Bank Century yang pada saat itu tidak bermasalah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mendengar penjelasan itu, Akbar Faizal langsung mempermasalahkannya. "Kita semua tahu Bank Century bobrok. Memang kalian bebas menyimpan uang di mana saja, tapi apa nggak dihitung dan dipertimbangkan seperti apa?"

Mendengar itu, ganti Ruhut yang mempermasalahkannya. "Saudara Akbar, sekarang seharusnya giliran siapa yang berbicara?"

Meski jelas mendengar pertanyaan bernada menggugat dari Ruhut, tetapi Akbar memilih tidak mempedulikannya. Dia kembali mengajukan pertanyaan ke para dirut BUMN yang mempunyai simpanan aset perusahaan di Bank Century.

"Tolong Pak Direktur, saya ikuti Pansus ini sudah dua bulan. Saya tahu persis seperti apa, jadi tolong jelaskan sejelasnya!" desak dia.

Bukan dirut BUMN yang menyahut, tetapi Ruhut. "Saudaraku Akbar, kita sama-sama sudah dua bulan. Sejak awal sudah stres kita semua di sini," ujarnya sembari mengeraskan volume suara.

Barulah Akbar bereaksi. "Saudara Ruhut, saya nggak bicara kepada Anda. Maaf, kali ini saya harus menghentikan Anda. Anda sudah berlebihan!" balasnya dengan volume suara tidak kalah kerasnya.

"Anda yang berlebihan. Anda yang berlebihan. Anda yang belebihan," balas Ruhut.

"Anda tidak etis. Ketua Dewan Pembina PD (SBY -red) meminta Anda etis. Tetapi Anda tidak etis!" tuding Akbar.

"Anda yang tidak etis!" sengit Ruhut.

Yahya Sacawiria yang bertugas memimpin rapat akhirnya bentindak. Wakil ketua Pansus Century dari F-PD ini mematikan mikropon yang ada di meja Akbar dan Ruhut. "Sudah-sudah, ini sudah di luar subtansi," ujar Yahya mencoba menengahi.

Tapi mikropon mati tidak mengurangi intensitas perdebatan Akbar vs Ruhut. Mereka terus saja berdebat meski suaranya tidak terdengar melalui pengeras suara.

"Ketua, saya perlu bicara. Saya ingin menyampaikan supaya anggota Pansus yang sudah mendapat giliran bicara tidak berbicara seperti kelakuan Saudara Akbar," ujar Ruhut kepada Yahya.

Tetapi malah Akbar yang menanggapinya. "Apa kelakuan saya?" balas Akbar yang terlihat marah.

Tak dinyana Bambang Soesatyo ikut memanaskan suasana. "Ketua, keluarkan saja dia," ujarnya. Tentu anggota yang dia minta untuk dikeluarkan dari ruang rapat pansus adalah Ruhut.

"Sudah! Ini perdebatan pribadi. Tidak boleh mengganggu rapat!" tegas Yahya. Kali ini Akbar dan Ruhut menurut. Yahya kemudian mempersilakan dirut WIKA, Telkom, Asabri dan Jamsostek melanjutkan penjelasannya.

Perlu diketahui seharusnya yang mendapatkan giliran memberi tanggapan atas penjelasan para dirut BUMN adalah wakil dari F-PD. Sedangkan Akbar Faizal dari F-Hanura sudah mendapatkan giliran menyampaikan tanggapan di bagian awal.

Adegan antara Akbar Faizal vs Ruhut Sitompoel yang cukup panjang ini jelas menjadi perhatian seluruh yang hadir di ruang rapat Pansus Century kecuali bagi Idrus Marham. Ketua Pansus Century dari F-Golkar ini tidak beranjak dari semangkok bubur kacang hijau di hadapannya selama perdebatan berlangsung.
(lh/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads