Permintaan maaf ini tertulis dalam akun pribadinya pada Kamis (4/2/2010) pukul 22.37 WIB malam. Pada pagi harinya, The Jakarta Post membuat pengumuman bertajuk 'Plagiarism'. Isinya, The Jakarta Post mencabut artikel tulisan Banyu edisi 12 November 2009 karena diduga menjiplak.
"I do apologize for what I have done unintentionally. Thanks for all the concerns (Saya meminta maaf atas apa yang telah saya lakukan. Terima kasih atas semua kepeduliannya-red)," tulis Banyu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada keesokan harinya, Jumat (5/2/2010), Prof Banyu kembali memasang status. Dia berpikiran untuk mundur dari posisinya sekarang ini.
"Perhaps, it's better for me to resign. (Mungkin, lebih baik saya mundur-red)," tulis dia pukul 11.06 WIB pagi.
Para kolega dan mahasiswa pun kembali memberi dukungan agar profesor muda ini bersabar dan tetap berbakti di kampus. "Wah, jangan Mas. We still need you," kata Nayana Dharsono.
Staf Humas Unpar Reno Margiantoro ketika ditemui detikcom di Ruang Humas Kampus Unpar, Bandung, Selasa (9/2/2010), membantah kalau Banyu mundur. Dia masih mengajar seperti biasa.
"Sampai sekarang beliau masih aktif mengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik jurusan Hubungan Internasional," kata Reno.
(fay/nrl)











































