"Ya ini membingungkan sekali. Kita tahu sekjen dalam parpol adalah nomor dua posisinya setelah ketua umum. Sekjen nggak boleh sembarang omong," kata pengamat komunikasi politik Tjipta Lesmana dalam diskusi 'Pers: Antara Politik dan Kekuasaan' di Warung Daun, Jl Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/2/2101).
Tjipta yakin Amir hanya bicara pendapat pribadi perihal reshuffle itu. "Saya yakin sekali itu bentuk kejengkelan. Saya ada komunikasi dengan dia, dia katakan ini bagaimana ini, kita (koalisi) ini kan teman tapi anda kok menohok-nohok saya," jelasnya.
Maka itu, lanjut Tjipta, sebagai ketua dewan pembina partai, SBY tidak boleh diam. "Apalagi (kalau) mengatakan 'itu dari sekjen'. Pada bingung kan, terutama politisi-politisi, ujarnya.
(amd/fay)











































