Satryan Irfandi (18), tergerak hatinya untuk membantu Bilqis. Mahasiswa yang aktif sebagai relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinsos DKI Jakarta ini merasa Bilqis harus segera dibantu.
"Semua manusia punya hak untuk hidup dan dia masih kecil. Saya juga punya adik 6 tahun, saya memahami rasanya," kata Satryan kepada detikcom, Sabtu (6/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin pagi baru bisa kontak. Dia kerabatnya Bilqis. Saya berusaha mencari telepon orang tua Bilqis tapi susah," lanjutnya.
Menurut Satryan, golongan darah dia dan Bilqis sama yaitu AB rhesus positif. Dengan demikian Satryan cocok menjadi donor untuk Bilqis. Meski demikian dokter memang masih ingin mengusahakan donor dari pihak keluarga.
"Saya sudah bilang rencana ini kepada Ibu. Ibu saya mendukung karena ini niat baik," pungkasnya.
Bilqis yang lahir pada 20 Agustus 2008 ini baru diketahui mengidap saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal (Atresia Bilier) saat usianya menginjak 2 minggu. Sekujur tubuhnya menghitam dan kekuningan. Perutnya buncit dan gatal di seluruh tubuhnya. Kotorannya pun berwarna kuning pucat.
Gerakan koin cinta pun dibuka untuk membantu penyembuhan Bilqis. Kini jumlah uang yang terkumpul Rp 1,1 miliar dengan rincian Rp 900 juta dari rekening dan Rp 200 juta dana tunai serta koin Rp 11 juta. Dengan uang itulah Bilqis akan menjalani operasi transplantasi hati di RS Kariadi, yang memiliki sejarah sukses melakukan operasi serupa. Bilqis kini masih berada di Paviliun Merak. (fay/aan)











































