Para aktivis tersebut tiba di lokasi pembangunan TCM, Jl Perintis Pembangunan, Kota Tangerang, Banten, sekitar pukul 10.00 WIB, Selasa (2/2/2010). Mereka langsung menggelar orasi.
Dalam orasinya, para aktivis yang mengaku berasal dari Yayasan Peduli Lingkungan Hidup (Yapelha), mengkritik pembangunan TCM. Mereka menilai, proyek tersebut merusak hutan kota yang sangat penting bagi warga kota Tangerang.
"Pembangunan mal tidak harus mengorbankan hutan kota," ujar salah satu demonstran dalam orasinya.
Puas berorasi, tiba-tiba 4 orang demonstran masuk ke dalam lokasi proyek. Mereka kemudian nekad memanjat menara crane untuk mengibarkan sebuah spanduk berwarna hitam bertuliskan Go To Hell TCM.
Aksi nekad keempat demonstran mendapat reaksi keras dari petugas sekuriti proyek pembangunan TCM. Mereka memaksa keempat aktivis tersebut untuk turun.
Suasana sempat tegang karena keempatnya menolak turun. Sejumlah pekerja secara tidak sadar berteriak karena khawatir para demonstran itu jatuh. Namun setelah dilakukan negosiasi, keempatnya akhirnya bersedia turun. Mereka saat ini menjalani pemeriksaan di Mapolrestro Tangerang.
Peristiwa tersebut tidak sampai mengganggu arus lalu lintas di Jl Perintis Pembangunan. Sebab lokasi crane jauh dari jalan raya sehingga peristiwa ini tidak menjadi perhatian publik.
(djo/djo)










































