Kua Etnika Memukau di Austria

Kua Etnika Memukau di Austria

- detikNews
Senin, 26 Apr 2004 00:08 WIB
Den Haag - Kelompok musik Kua Etnika pimpinan Djaduk Ferianto memukau publik Graz, Austria. Publik juga terpengaruh pencerahan Djaduk tentang Indonesia. Sebuah efek second track diplomacy yang efektif.Kalau mau jujur, mau membuka mata dan telinga lebar-lebar, sebenarnya saat ini citra Indonesia di mata masyarakat luar negeri teramat kusam. Cerita tentang pengalaman buruk selama berkunjung ke Indonesia terlanjur menyebar dan mendominasi, mulai dari pengalaman negatif dengan petugas imigrasi, dikerjai polisi, sampai faktor keamanan yang dirasa sudah hilang.Dalam posisi kurang menguntungkan semacam itu, Kua Etnika tiba-tiba muncul seperti menggendong lampu sorot. Dalam pentasnya di Graz, Austria, pada Jumat malam (Sabtu, 24/4/2004) WIB kemarin, Kua Etnika menyelinap ke dalam hati publik Austria dan memalingkannya ke sisi lain wajah Indonesia.Setelah disihir dengan nomor-nomor musik racikan bermacam instrumen tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, dengan ruh fusion dan irama groovy, publik secara santun dipeluk hatinya oleh Djaduk, sang pimpinan kelompok. "Kolaborasi instrumen musik tradisional dari berbagai daerah Indonesia ini dapat menghasilkan orkestra yang mengagumkan dan ini mencerminkan wajah Indonesia yang sebenarnya, yang dapat hidup dengan harmonis," demikian Djaduk, seperti dituturkan Kepala Bidang Penerangan KBRI Wina, Damos D. Agusman.Pelukan hati ala Jogja yang dilakukan Djaduk mendapat reaksi hangat dari publik. Pintarnya Djaduk, reaksi publik Austria itu langsung diganjar dengan nomor-nomor berikutnya yang menghibur dan melenakan jiwa, sehingga misi Kua Etnika menghapus citra kusam Indonesia tersebut bisa diteruskan secara tidak kentara.Pada nomor-nomor bernuansa Bali, yang menggambarkan Pulau Dewata itu sedang bersedih akibat bayangan kabut terorisme, Djaduk kembali menyelinap ke dasar jiwa dengan meyakinkan penonton bahwa Bali saat ini sangat aman dan masih tetap harmonis seperti yang digambarkan alat-alat instrumen yang dimainkan. Betul-betul diplomasi kelas super!Di kesempatan terpisah, seniman Butet Kertaradjasa yang menjadi ketua rombongan, juga menggelar acara 'monolog politik' di aula KBRI Wina. Butet, seniman monolog yang dapat menirukan suara para pejabat, menghibur masyarakat di sana dengan satire yang mengkritisi pejabat yang haus akan pengakuan untuk dihargai sebagai pahlawan. DidukungPaket acara untuk Kua Etnika sendiri diberi payung label Indonesian Day, dengan mengambil tempat di Europasaal, Wirtschaftskammer (Ruang Eropa, Kamar Dagang), Graz, Austria. Sanggar Tari KBRI Wina, Gema Puspa Nusantara, pimpinan Mira Soerjanatamihardja ikut memeriahkan acara itu.Untuk mendukung pementasan Kua Etnika tersebut, KBRI Wina memang bekerjasama dengan Kadin setempat. Kedua institusi mengemasnya dengan pameran produk dan diskusi mengenai peluang bisnis di Indonesia yang dihadiri oleh pengusaha Austria dengan mendatangkan Kabalitbang Indag, Deperindag, Agus Tjahajana Wirakusuma, sebagai pembicara.Sementara itu Dubes RI untuk Austria, Samodra Sriwidjaja, yang menemani aksi panggung Kua Etnika sampai tuntas, tak kuasa menyembunyikan apresiasinya. Samodra menilai kelompok seniman ini dinilai tidak hanya sekedar entertainment kelas tinggi nan memukau, tapi juga menyuarakan pesan-pesan yang menggambarkan citra dan wajah Indonesia asli kepada publik di luarnegeri."Dan itu merupakan bagian dari diplomasi publik atau second track diplomacy yang selama ini perwakilan RI di Wina menerapkannya secara konsisten. Itulah sebabnya kami mendukung sepenuhnya debut mereka di Austria," ujar Samodra, yang menyediakan residensinya (Wisma Duta Besar) untuk menampung seluruh 14 seniman dari Jogja tersebut selama mereka berada di Austria. Samodra menambahkan bahwa kerja keras Kua Etnika dalam lawatannya ke Eropa telah membantu perwakilan RI di luarnegeri untuk menampilkan wajah harmonis dan humoris Indonesia di depan publik Eropa. (es/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads